Dampak Daya Saing Terhadap Efisiensi dan Implikasinya pada Stabilitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia
Abstract
Penelitian ini menganalisis dinamika daya saing, efisiensi, dan stabilitas
pada Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. Tujuan penelitian
ini adalah menguji validitas model Structure-Conduct-Performance (SCP),
Efficiency-Risk Hypothesis (ERH), serta implikasinya terhadap pemenuhan Hifz al-
Mal (Pemeliharaan Harta) dalam kerangka Maqasid Syariah. Metode kuantitatif
regresi panel statis, dimoderasi oleh karakteristik BPRS (Kepemilikan, Ukuran, dan
Lokasi), digunakan untuk menganalisis 154 BPRS dari tahun 2015 hingga 2023.
Efisiensi diukur menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA), daya saing
dengan Indeks Lerner, dan stabilitas dengan Z-Score.
Hasil penelitian agregat mengonfirmasi adanya trade-off Efficiency-Risk
(Efisiensi -> Stabilitas Negatif), menegaskan dominasi ERH. Ini membuktikan
adanya risk-shifting conduct di mana Itqan (profesionalisme/efisiensi) digunakan
sebagai modal untuk agresivitas pembiayaan, yang secara mendasar merusak
prinsip Ikhtiyat (kehati-hatian) dan Wiqayah. Kebaruan utama penelitian ini terletak
pada penyediaan bukti empiris mengenai dualisme conduct BPRS, secara spesifik
menunjukkan bagaimana Kepemilikan dan Ukuran bertindak sebagai moderator
dominan yang menentukan apakah tekanan pasar mengarah pada stabilitas atau
kerapuhan, yang diinterpretasikan melalui lensa Maqasid Syariah.
Analisis komparatif mengungkapkan bahwa dampak Indeks Lerner
dimoderasi secara tajam: Daya saing rendah (economic rents tinggi) memiliki
pengaruh positif signifikan terhadap Efisiensi (mendukung SCP), terutama pada
BPRS Swasta, menegaskan bahwa rents esensial untuk mendanai Itqan sebagai
wujud Fastabiqul Khairat. Yang paling krusial, Daya saing rendah yang sama
secara kuat meningkatkan Stabilitas pada BPRS Milik Pemerintah dan BPRS Besar
(mendukung Franchise Value Theory dan Competition-Stability Hypothesis).
Sebaliknya, daya saing tinggi memiliki efek negatif signifikan terhadap Stabilitas
BPRS Kecil (mengonfirmasi Competition-Fragility Hypothesis). Penelitian ini
menyimpulkan bahwa BPRS Swasta didominasi oleh risiko laba (melanggar
Ikhtiyat), sementara BPRS Pemerintah didominasi oleh disiplin mandat (menjaga
Hifz al-Mal). Oleh karena itu, regulasi harus bersifat diferensiasi, menuntut
penegakan disiplin Ikhtiyat yang ketat, terutama melalui upaya konsolidasi yang
terarah, untuk menjamin operasional BPRS yang adil dan sepenuhnya selaras
dengan tujuan utama Maqasid Syariah.
Collections
- Doctor of Economics [100]
