| dc.description.abstract | Kabupaten Tegal merupakan wilayah penyangga pangan nasional dengan komoditas
unggulan bawang merah, namun penurunan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB
(Produk Domestik Regional Bruto) menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas petani
melalui fasilitas edukatif yang mendukung penguatan produktivitas. Penelitian ini
menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji karakteristik bawang merah dan
prinsip perancangan pertanian edukatif, serta survei lokasi di Desa Bogares Kidul untuk
memperoleh data tapak, kondisi iklim, arah angin, dan potensi penyinaran. Seluruh data
kemudian dianalisis menggunakan metode sintesis untuk merumuskan konsep rancangan
yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat agro-edukasi perlu dirancang
menyesuaikan kebutuhan bawang merah akan cahaya matahari penuh, sehingga massa
bangunan ditempatkan di tepi tapak, dan berorientasi utara–selatan agar tidak menghalangi
area tanam lahan budidaya dibagi menjadi penanaman langsung dan penanaman polybag
dengan naungan paranet untuk merespons angin kencang. Sedangkan selubung bangunan
menggunakan fasad tanaman rambat yang menyaring cahaya, mengurangi panas dan debu,
serta mereduksi tekanan angin. Kombinasi strategi tersebut menciptakan lingkungan yang
kondusif bagi proses edukasi dan budidaya, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor
pertanian bawang merah di Kabupaten Tegal. | en_US |