| dc.description.abstract | Simpang 4 APILL Blok O merupakan titik temu antara Jalan Majapahit, Jalan Maguwo,
dan Jalan Gedongkuning di Kabupaten Bantul yang sering mengalami kemacetan tinggi. Kondisi ini
disebabkan oleh tingginya mobilitas di kawasan komersial sekitar, sehingga tingkat pelayanan
simpang pada kondisi eksisting berada pada kategori F. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
kinerja operasional Simpang 4 Blok O, menentukan nilai derajat kejenuhan, panjang antrean, dan
tundaan, serta mengestimasi dampak ekonomi dan lingkungan melalui perhitungan konsumsi Bahan
Bakar Minyak (BBM) dan emisi gas buang kendaraan.
Analisis kinerja simpang dilakukan dengan mengumpulkan data primer melalui survei
lapangan pada hari Sabtu dan Senin. Data dianalisis menggunakan metode manual berdasarkan
Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) dan formulasi LAPI-ITB untuk menghitung beban
emisi gas buang (CO, NO2, HC, SO2, PM10, dan CO2). Penelitian ini juga menggunakan pemodelan
mikrosimulasi PTV VISSIM yang divalidasi dengan indikator Geoffrey E. Havers (GEH) untuk
memastikan akurasi model terhadap kondisi riil di lapangan.
Analisis kondisi eksisting menunjukkan kinerja buruk dengan derajat kejenuhan (DJ) rata-
rata 1,112, tundaan 510,73 detik/smp, dan antrean sepanjang 511 meter, yang memicu kerugian
emisi sebesar Rp2.230.643.244. Dari empat skenario yang diuji, alternatif keempat merupakan
solusi paling efektif yang berhasil menurunkan nilai DJ rata-rata menjadi 0,792, tundaan menjadi
503,64 detik/smp, serta panjang antrean menjadi 504 meter. Skenario ini juga mereduksi biaya
kerugian emisi menjadi Rp1.923.948.521 melalui penurunan konsumsi BBM. Meskipun parameter
teknis membaik, tingginya volume kendaraan menyebabkan tingkat pelayanan simpang (LOS) pada
jam puncak tetap berada pada kategori F. | en_US |