Show simple item record

dc.contributor.authorFaaz, Ahmad Roichan
dc.date.accessioned2026-05-06T01:27:43Z
dc.date.available2026-05-06T01:27:43Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62062
dc.description.abstractAncaman terorisme yang terjadi di Indonesia masih menjadi sebuah permasalahan yang memberikan dampak buruk bagi keamanan di Indonesia. Salah satu organisasi yang memiliki jaringan terbesar di Indonesia dan berafiliasi langsung dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yaitu JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang menjadi salah satu organisasi yang selalu memperlihatkan perkembangannya dalam melakukan ancaman terorisme di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebijakan kontra terorisme yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia terhadap organisasi JAD dari tahun 2021 hingga tahun 2023. Dalam menganalisis kebijakan Pemerintah Indonesia, penelitian ini menggunakan teori kontra terorisme yang dikemukakan oleh Todd Sandler yang menggunakan dua pendekatan, yaitu Proactive dan Defensive. Adapun dua pendekatan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan menggunakan pendekatan Proactive, seperti penangkapan pelaku, pelacakan dan pembekuan sumber dan aliran dana JAD. Sedangkan pendekatan Defensive, meningkatkan keamanan terhadap korban dengan menggunakan teknologi pengamanan, penguatan infrastruktur target, melibatkan peran personel keamanan, serta penerapan sistem peringatan dini ancaman JAD.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDefensifen_US
dc.subjectJADen_US
dc.subjectKontra Terorismeen_US
dc.subjectPemerintah Indonesiaen_US
dc.subjectProaktifen_US
dc.titleKebijakan Kontra Terorisme Pemerintah Indonesia Terhadap Organisasi Teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia Pada Tahun 2021-2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323280


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record