| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman penyesuaian diri mahasiswa non-Muslim
yang menempuh pendidikan di salah satu PTS Islam di Yogyakarta, dengan menggunakan
pendekatan kualitatif fenomenologis. Partisipan berjumlah lima mahasiswa non-Muslim yang
dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi
terstruktur dan observasi selama periode Agustus–Oktober 2025. Analisis data dilakukan dengan
pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penyesuaian diri mahasiswa non-Muslim di salah satu perguruan tinggi Islam di
Yogyakarta merupakan proses dinamis yang mencakup tiga ranah utama: (1) Penyesuaian
akademik, berupa upaya menghadapi mata kuliah berbasis keislaman dan keterbatasan
pemahaman bahasa Arab; (2) Penyesuaian sosial, mencakup pengalaman inklusi maupun eksklusi,
pencarian komunitas yang aman, serta strategi membangun relasi dengan mahasiswa Muslim; dan
(3) Penyesuaian emosional–spiritual, yakni pergulatan makna terkait identitas, toleransi, rasa ingin
memahami budaya kampus Islam, serta refleksi atas posisi sebagai minoritas. Temuan ini
menegaskan bahwa meskipun beberapa partisipan mengalami hambatan, mahasiswa non-Muslim
tetap mengembangkan berbagai bentuk coping adaptif untuk mempertahankan kesejahteraan dan
kelangsungan studi. | en_US |