| dc.description.abstract | Menurut data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tahun 2023, Kabupaten Sleman memiliki
proporsi penduduk lanjut usia tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni 9,98% atau sebanyak 111.001
jiwa dari total 1.112.616 penduduk. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dihadapkan pada tantangan
signifikan seiring dengan peningkatan populasi lanjut usia. Dengan bertambahnya angka harapan hidup,
muncul dampak yang kurang optimal, yakni banyak lansia yang tergolong dalam kategori "terlantar"—yaitu
individu lanjut usia yang tidak memiliki dukungan keluarga, tempat tinggal, atau kondisi sosial-ekonomi yang
memadai. Maka dari itu dilakukan perancangan Pusat Pelayanan Lansia Sleman, Yogyakarta dengan
pendekatan Healing Therapeutic menggunakan pencapaian parameter Indoor Health and Comfort.
Metode yang digunakan pada perancangan ini meliputi analisis permasalahan isu latar belakang, analisis
kondisi eksisting site, mengembangkan konsep desain, serta melakukan pengujian desain menggunakan
software Velux untuk pencahayaan alami dan CFD untuk penghawaan alami. Selain itu dilakukan Validasi
pengujian menggunakan Tabel Prameter Indoor Health and Comfort dan Validasi kaitan antara parameter
Healing Therapeutic dan Indoor Health and Comfort. Konsep perancangan Gubahan Massa berdasarkan
hasil analisis pergerakan matahari yang memiliki sisi permukaan kecil yang menghadap azimuth 246 -294 ,
dan sisi permukaan terlebar menghadap azimuth 67 -294 serta 113 -246 , sehingga massa ini lebih optimal
dalam memanfaatkan cahaya matahari akan tetapi tidak terlalu terpapar panas, serta menangkap angin dari
arah selatan tenggara (aazimuth 149 -178 ) serta memanfaatkan angin dari arah azimuth 56 -94 untuk area
meletakkan bukaan jendela putar kisi-kisi. Pembagian zona pada bangunan ini terbagi 3 zona, yaitu zona
publik berisikan sekolah lansia, Klinik, Aula, kemudian Semi Private yang difungsikan sebagai sirkulasi
khusus menuju panti wredha yang memisahkan area priavte dan private. Pada area private berisikan Panti
Wredha yang terletak di paling belakang site untuk menjauhkan dari sumber kebisingan. Desain Selubung
bangunan menggunakan sistem desain pasif yaitu light shelf untuk pencahayaan dan cross ventilation
dengan penggunaan jendela putar untuk penghawaan. Sistem Struktur bangunan menggunakan sistem rigid
frame dengan kolom dan balok beton. Penyelesaian persoalan lanskap menggunakan konsep healing
garden dengan pemilihan tanaman Lavender, Bougenvile, dan Ketapang kencana, yang diharapkan akan
membanru proses penyembuhan fisik dan psikologis lansia.
o o
o o o o
o o o o
Hasil simulasi software pencahayaan Velux menunjukkan bahwa besaran lux telah memenuhi standar
kenyamanan pencahayaan berdasarkan SNI, serta hasil simulasi penghawaan CFD menunjukkan bahwa
kecepatan angin di dalam bangunan sudah sesuai standar kenyamanan pergerakan angin. Hal ini
membuktikan bahwa desain bukaan jendela, ventilasi, serta cross ventilation telah berhasil mencapai desain
pasif. Hasil akhir perancangan menunjukkan bahwa fasilitas yang dibuat telah memenuhi kebutuhan
fungsional dan terapeutik lansia melalui peletakan ramp dan railing sesuai standar, area parkir difabel di zona
terdekat, serta komposisi tanaman healing garden yang mendukung aspek emosional dan sensorik. Tabel
evaluasi keterkaitan parameter Healing Therapeutic dan Indoor Health and Comfort menegaskan bahwa
elemen desain telah memenuhi kebutuhan perancangan dan berhasil menjawab permasalahan lansia
terlantar melalui wadah Panti Wredha serta meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis lansia. | en_US |