Prediksi Harga Penutupan Saham Unilever Menggunakan Metode Long Short-term Memory Berdasarkan Variabel Dummy
Abstract
Pasar saham Indonesia sering mengalami volatilitas yang dipengaruhi oleh
faktor eksternal, seperti sentimen publik terhadap isu sosial. Fatwa Majelis Ulama
Indonesia (MUI) yang menyerukan boikot produk Unilever pada 8 November 2023
menciptakan tekanan signifikan terhadap harga saham PT Unilever Indonesia Tbk
(UNVR). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan memprediksi harga
penutupan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan menggunakan
metode Long Short-Term Memory (LSTM), serta menilai pengaruh variabel dummy
fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 yang memicu sentimen negatif dan aksi boikot di
masyarakat. Sentimen tersebut diduga memberikan tekanan terhadap pergerakan
harga saham dalam jangka pendek, sehingga perlu dianalisis melalui model
prediktif berbasis data historis. Data yang digunakan merupakan harga penutupan
saham UNVR periode 1 Oktober 2022 hingga 31 Agustus 2025 selama lima hari
kerja, yang diolah melalui tahap pra-proses, normalisasi, dan pembagian data
menjadi training, validasi, dan testing. Model LSTM dibangun dengan beberapa
kombinasi parameter untuk memperoleh konfigurasi terbaik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model dengan 50 neuron dan 100 epoch menghasilkan
performa paling optimal dengan nilai MSE sebesar 3038.069, RMSE sebesar 55.13,
dan MAPE sebesar 2.97% yang termasuk kategori sangat baik. MSE tanpa dummy
sebesar 23241.101 lebih tinggi dibandingkan MSE dengan dummy. MAPE tanpa
dummy sebesar 9.78% dengan akurasi 90.22% menunjukkan kemampuan model
mengenali perubahan pola harga setelah peristiwa tersebut yang menegaskan
bahwa fatwa MUI dan sentimen boikot menjadi faktor eksternal yang memengaruhi
fluktuasi harga saham UNVR.
Collections
- Statistics [1220]
