| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas epistemologi pemikiran Hazairin tentang pembagian harta waris kalālah dan mawali dengan menggunakan teori analisa maqāṣid asy-syarī’ah. Kalālah adalah orang yang meninggal tidak meninggalkan ahli waris anak laki-laki atau ayah, sehingga saudara dapat mendapatkan ahli waris. Adapun mawali adalah ahli waris yang mendapatkan hak waris sebab seseorang yang seharusnya mendapatkan hak waris meninggal terlebih dahulu. Kajian bibliografis ini peneliti ingin meneliti perbedaan pendapat antara Hazairin dengan mayoritas ulama dalam pembagian harta waris kalālah dan mawali praktik secara mendalam dengan menggunakan teori tantang studi tokoh, teori epistemologi Islam, teori waris dan teori maqāṣid asy-syarī’ah. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif yang bersifat kepustakaan atau librarry research. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologis filosofis. Jenis data yang telah dikumpulkan dikelompokkan menjadi data primer dan sekunder. Metode untuk menganalisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis. Teknik yang digunakan dalam mengolah data adalah hermeneutik. Penelitian ini menunjukan bahwa, perbedaan pendapat antara Hazairin dengan mayoritas ulama dalam pembagian harta waris kalālah dan mawali disebabkan karena perbedaan pemahaman teks al-Qur’an dan hadis, yaitu tentang penggolongan ayat-ayat al-Qur’an ke dalam ayat-ayat yang bersifat muhkamat atau mutasyabihat, zanni atau qat’i, tafsili atau ijmali, mutlaq atau muqayyad. Apabila diimplementasikan dengan konteks sekarang maka pemikiran Hazairin ini berpotensi menimbulkan madarat dan merusak tatanan hukum kekeluargaan sebab dalam konsep tersebut tidak tercermin nilai-nilai keadilan. | en_US |