• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Epistemologi Pemikiran Hazairin tentang Pembagian Harta Waris Kalālah dan Mawali Perspektif Maqāṣid Asy-Syarī’ah

    Thumbnail
    View/Open
    17913118.pdf (27.29Mb)
    Date
    2020
    Author
    Rifai
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas epistemologi pemikiran Hazairin tentang pembagian harta waris kalālah dan mawali dengan menggunakan teori analisa maqāṣid asy-syarī’ah. Kalālah adalah orang yang meninggal tidak meninggalkan ahli waris anak laki-laki atau ayah, sehingga saudara dapat mendapatkan ahli waris. Adapun mawali adalah ahli waris yang mendapatkan hak waris sebab seseorang yang seharusnya mendapatkan hak waris meninggal terlebih dahulu. Kajian bibliografis ini peneliti ingin meneliti perbedaan pendapat antara Hazairin dengan mayoritas ulama dalam pembagian harta waris kalālah dan mawali praktik secara mendalam dengan menggunakan teori tantang studi tokoh, teori epistemologi Islam, teori waris dan teori maqāṣid asy-syarī’ah. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif yang bersifat kepustakaan atau librarry research. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologis filosofis. Jenis data yang telah dikumpulkan dikelompokkan menjadi data primer dan sekunder. Metode untuk menganalisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis. Teknik yang digunakan dalam mengolah data adalah hermeneutik. Penelitian ini menunjukan bahwa, perbedaan pendapat antara Hazairin dengan mayoritas ulama dalam pembagian harta waris kalālah dan mawali disebabkan karena perbedaan pemahaman teks al-Qur’an dan hadis, yaitu tentang penggolongan ayat-ayat al-Qur’an ke dalam ayat-ayat yang bersifat muhkamat atau mutasyabihat, zanni atau qat’i, tafsili atau ijmali, mutlaq atau muqayyad. Apabila diimplementasikan dengan konteks sekarang maka pemikiran Hazairin ini berpotensi menimbulkan madarat dan merusak tatanan hukum kekeluargaan sebab dalam konsep tersebut tidak tercermin nilai-nilai keadilan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61931
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1824]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV