| dc.description.abstract | Biogranular atau lumpur granular merupakan biomassa yang terbentuk akibat self- immobilization suatu mikroorganisme yang melibatkan interaksi antar sel dengan sel lainnya secara biologis, fisika, dan kimia. Keuntungan biogranular dibandingkan dengan pengolahan lumpur aktif konvensional adalah memiliki bentuk yang beraturan, padat, struktur yang kuat, dan kemampuan pengendapan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pembentukan granular aerob dengan variasi penambahan Ca2+ dan Mg2+. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan granular aerob, salah satunya adalah penambahan ion bervalensi dua. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan variasi pada tiga reaktor yakni R-1 tanpa penambahan Ca2+ dan Mg2+, R-2 dengan penambahan 25 mg/l Ca2+ , dan R-3 dengan penambahan 25 mg/l Mg2+. Waktu siklus operasi SBR yang digunakan yaitu 5,2 jam. Parameter dalam penelitian ini yaitu diameter granular, kecepatan pengendapan, Sludge Volume Index (SVI), aspek rasio, dan struktur granular. Karakteristik granular yang terbentuk di ketiga reaktor berturut-turut yaitu memiliki diameter sebesar 1,79 mm, 2,02 mm, dan 2,11 mm; kecepatan pengendapan sebesar 33,29 mm/jam, 39,15 mm/jam, dan 49,28 mm/jam; SVI sebesar 75,3 ml/gr, 67,5 ml/gr, dan 43,9 ml/gr; aspek rasio granular aerob sebesar 0,57, 0,72, dan 0,74. Dari ketiga reaktor, R-3 memiliki pengaruh lebih besar terhadap pembentukan granular aerob dibanding reaktor lainnya. | en_US |