• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efektivitas Penambahan Ca2+ dan Mg2+ terhadap Biomassa Pembentukan Granular Aerobik pada Sequencing Batch Reactor (the Effectivenes of Ca2+ and Mg2+ Addition to Aerobic Granular Sludge Formation in Sequencing Batch Reactor)

    Thumbnail
    View/Open
    02. PRELIMINARY.pdf (1.044Mb)
    03. ABSTRAK.pdf (83.30Kb)
    04. DAFTAR ISI.pdf (89.64Kb)
    05. BAB I PENDAHULUAN.pdf (101.9Kb)
    06. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf (541.3Kb)
    07. BAB III METODE PENELITIAN.pdf (474.1Kb)
    08. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA.pdf (1.015Mb)
    09. BAB V KESIMPULAN.pdf (83.73Kb)
    10. DAFTAR PUSTAKA.pdf (218.5Kb)
    11. LAMPIRAN.pdf (844.3Kb)
    12. JURNAL.pdf (650.4Kb)
    Date
    2017
    Author
    Yulianti, Bowin
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Biogranular atau lumpur granular merupakan biomassa yang terbentuk akibat self- immobilization suatu mikroorganisme yang melibatkan interaksi antar sel dengan sel lainnya secara biologis, fisika, dan kimia. Keuntungan biogranular dibandingkan dengan pengolahan lumpur aktif konvensional adalah memiliki bentuk yang beraturan, padat, struktur yang kuat, dan kemampuan pengendapan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pembentukan granular aerob dengan variasi penambahan Ca2+ dan Mg2+. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan granular aerob, salah satunya adalah penambahan ion bervalensi dua. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan variasi pada tiga reaktor yakni R-1 tanpa penambahan Ca2+ dan Mg2+, R-2 dengan penambahan 25 mg/l Ca2+ , dan R-3 dengan penambahan 25 mg/l Mg2+. Waktu siklus operasi SBR yang digunakan yaitu 5,2 jam. Parameter dalam penelitian ini yaitu diameter granular, kecepatan pengendapan, Sludge Volume Index (SVI), aspek rasio, dan struktur granular. Karakteristik granular yang terbentuk di ketiga reaktor berturut-turut yaitu memiliki diameter sebesar 1,79 mm, 2,02 mm, dan 2,11 mm; kecepatan pengendapan sebesar 33,29 mm/jam, 39,15 mm/jam, dan 49,28 mm/jam; SVI sebesar 75,3 ml/gr, 67,5 ml/gr, dan 43,9 ml/gr; aspek rasio granular aerob sebesar 0,57, 0,72, dan 0,74. Dari ketiga reaktor, R-3 memiliki pengaruh lebih besar terhadap pembentukan granular aerob dibanding reaktor lainnya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61841
    Collections
    • Environmental Engineering [1831]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV