• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Historisitas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22/PUU- XV/2017 tentang Batas Usia Perkawinan bagi Perempuan Ditinjau dari Maqasid Syari'ah 'Alal- Al-Fasyi

    Thumbnail
    View/Open
    17913110.pdf (55.68Mb)
    Date
    2020
    Author
    Pratiwi, Azkia Zulfa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Peraturan mengenai batas usia perkawinan yang tertulis dalam Undang-Undang Perkawinan mengalami perhelatan yang cukup panjang. Pasalnya, terjadi dua kali pengajuan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi mengenai aturan batas usia perkawinan tersebut dan berakhir pada dikabulkanya perkara Nomor 22/PUU- XV/2017 Tentang Batas Usia Perkawinan Bagi Perempuan dimana amar putusannya hakim menyatakan bahwa peraturan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Putusan ini berimplikasi pada penyamaan batas usia perkawinan bagi laki-laki dan perempuan. Untuk itu telah terjadi perubahan serta pergeseran paradigma tentang batas usia perkawinan bagi perempuan, dengan ini apakah amar putusan tersebut dapat diterima dan apakah telah sejalan dengan maqaṣid syari'ah? Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh 'Alal Al-Fasyi bahwa dalam maqasidnya, untuk mewujudkan keharmonisan antara maqasid dan realita sosial serta mencapai tujuan didalam maqasid yaitu tujuan individu yang mencangkup hifdzu Al- Akhamsah dan tujuan umum atau tujuan umat maka harus memperhatikan nilai- nilai kesetaraan, kebebasan dan keadilan. Pembahasan Penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) yakni penelittian yang dilakukan dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur- literatur, catatan- catatan dan laporan- laporan yang relevan ada hubunganya dengan masalah yang dipecahkan dalam tesis ini. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Historis, dan Pendekatan Yuridis- Normatif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan usia batas usia perkawinan bagi perempuan yang tertuang dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22/PUU- XV/2017 tentang Batas Usia Perkawinan (perempuan) menurut maqasid syari'ah 'Alal Al-Fasyi, maka putusan tersebut dapat diterima dan dibenarkan. Sebab darinya telah terbuka jalan untuk merekonstruksi kembali undang-undang tentang perkawinan yang lebih mampu menghadapi realitas kehidupan yang semakin modern, serta putusan tersebut menegaskan kembali tujuan yang ada dalam perkawinan dan mencerminkan equality before the law dan menghapus inquality before the law terutama terhadap perempuan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61837
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV