Show simple item record

dc.contributor.authorSaima
dc.date.accessioned2026-04-22T02:01:22Z
dc.date.available2026-04-22T02:01:22Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61816
dc.description.abstractPelayanan kefarmasian telah mengalami perubahan yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat (drug oriented) berkembang menjadi pelayanan komprehensif meliputi pelayanan obat dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pelayanan kefarmasian oleh apoteker di apotek Kabupaten Bantul. Pemilihan kabupaten Bantul didasarkan karena kabupaten Bantul memiliki jumlah apotek sebanyak 110 apotek dengan jumlah apoteker sebanyak 195 orang, sehingga peningkatan mutu pelayanan kefarmasian sangat diperlukan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi kepada apoteker di apotek Kabupaten Bantul. Responden dalam penelitian ini adalah apoteker yang melakukan pelayanan kefarmasian di apotek. Hasil data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan Microsoft excel dan digambarkan dengan kalimat deskriptif yang menggambarkan keadaan sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 49 apoteker, 85,23% apoteker sudah melakukan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dan 88,13% apoteker telah melakukan pelayanan farmasi klinik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPelayanan Kefarmasianen_US
dc.subjectApotekeren_US
dc.subjectKabupaten Bantulen_US
dc.titleStudi Praktik Pelayanan Kefarmasian oleh Apoteker di Apotek Kabupaten Bantulen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM12613288


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record