Show simple item record

dc.contributor.authorKurniati, Ari
dc.date.accessioned2026-04-21T07:37:52Z
dc.date.available2026-04-21T07:37:52Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61810
dc.description.abstractKondisi kemiskinan di Kota Magelang selama ini diukur menggunakan pendekatan monodimensi yaitu berbasis garis kemiskinan keluarga. Dimana hasilnya belum mampu menggambarakan deprivasi rumah tangga yang lebih komprehensif. Komprehensif yang dimaksud meliputi berbagai segi kehidupan dari pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi kemiskinan multidimensi di Kota Magelang Tahun 2020-2024 berdasarkan analisis dengan Metode Multidimensional Poverty Index (2) mengetahui indikator yang paling berkontribusi terhadap kemiskinan multidimensi di Kota Magelang Tahun 2020-2024 (3) mengetahui perbedaan kemiskinan multidimensi di Kota Magelang periode sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan data hasil Susenas Kota Magelang pada Tahun 2020- 2024 dengan pengecualian di Tahun 2021 dimana Covid-19 berlangsung. Untuk mengetahui kondisi kemiskinan multidimensional di Kota Magelang perlu dilakukan penghitungan MPI menggunakan Metode Alkire-Foster yang terdiri 5 dimensi dan 11 indikator. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan antar periode menggunakan uji-t two sample independent. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai MPI berfluktuasi selama periode penelitian, dimana mengalami peningkatan tajam di Tahun 2022 pasca pandemi Covid-19 mulai menurun secara bertahap pada tahun 2023 dan 2024. Indikator yang berkotribusi tinggi terhadap kemiskinan multidimensional adalah rumah layak huni (85,63%), nutrisi balita (55,43%), dan mordibitas (47,45%). Terkait dengan perbedaan, berdasarkan hasil uji-t menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah covid-19 yang mengindikasikan bahwa pandemi memberikan dampak negatif terhadap peningkatan deprivasi rumah tangga. Temuan ini menguatkan teori Alkire-Foster dan pendekatan capability Amartya Sen, bahwa kemiskinan bersifat multidimensional dan idpengarugi oleh berbagai keterbatasan kemampuan akses rumah tangga terhadap layanan dasar. Penelitian ini menyarankan untuk menjadikan pengukuran Multidimensional Poverty Index (MPI) sebagai alat pemantauan rutin kesejahteraan rumah tangga. Hal ini penting agar kebijakan pengentasan kemiskinan dapat berbasis bukti (evidence-based policy) dan bisa fokus dalam menangani pengentasan kemiskinan sesuai dengan indikator yang berkontribusi terbesar dalam kemiskinan multidimensional di Kota Magelang. Serta perlu adanya pernguatan program perlindungan sosial sebagai respon cepat terhadap guncangan eksternal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKemiskinan Multidimensional Kota Magelangen_US
dc.subjectMPIen_US
dc.subjectCovid-19en_US
dc.subjectAlkire-Fosteren_US
dc.titleAnalisis Kemiskinan Multidimensi di Kota Magelang dengan Metode Multidimensional Poverty Index (MPI)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23918016


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record