Analisis Kemiskinan Multidimensi di Kota Magelang dengan Metode Multidimensional Poverty Index (MPI)
Abstract
Kondisi kemiskinan di Kota Magelang selama ini diukur menggunakan
pendekatan monodimensi yaitu berbasis garis kemiskinan keluarga. Dimana
hasilnya belum mampu menggambarakan deprivasi rumah tangga yang lebih
komprehensif. Komprehensif yang dimaksud meliputi berbagai segi kehidupan dari
pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
mengetahui kondisi kemiskinan multidimensi di Kota Magelang Tahun 2020-2024
berdasarkan analisis dengan Metode Multidimensional Poverty Index (2)
mengetahui indikator yang paling berkontribusi terhadap kemiskinan multidimensi
di Kota Magelang Tahun 2020-2024 (3) mengetahui perbedaan kemiskinan
multidimensi di Kota Magelang periode sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.
Penelitian ini menggunakan data hasil Susenas Kota Magelang pada Tahun 2020-
2024 dengan pengecualian di Tahun 2021 dimana Covid-19 berlangsung. Untuk
mengetahui kondisi kemiskinan multidimensional di Kota Magelang perlu
dilakukan penghitungan MPI menggunakan Metode Alkire-Foster yang terdiri 5
dimensi dan 11 indikator. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan antar periode
menggunakan uji-t two sample independent.
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai MPI berfluktuasi selama periode
penelitian, dimana mengalami peningkatan tajam di Tahun 2022 pasca pandemi
Covid-19 mulai menurun secara bertahap pada tahun 2023 dan 2024. Indikator yang
berkotribusi tinggi terhadap kemiskinan multidimensional adalah rumah layak huni
(85,63%), nutrisi balita (55,43%), dan mordibitas (47,45%). Terkait dengan
perbedaan, berdasarkan hasil uji-t menunjukan adanya perbedaan yang signifikan
antara sebelum dan sesudah covid-19 yang mengindikasikan bahwa pandemi
memberikan dampak negatif terhadap peningkatan deprivasi rumah tangga.
Temuan ini menguatkan teori Alkire-Foster dan pendekatan capability Amartya
Sen, bahwa kemiskinan bersifat multidimensional dan idpengarugi oleh berbagai
keterbatasan kemampuan akses rumah tangga terhadap layanan dasar. Penelitian ini
menyarankan untuk menjadikan pengukuran Multidimensional Poverty Index
(MPI) sebagai alat pemantauan rutin kesejahteraan rumah tangga. Hal ini penting
agar kebijakan pengentasan kemiskinan dapat berbasis bukti (evidence-based
policy) dan bisa fokus dalam menangani pengentasan kemiskinan sesuai dengan
indikator yang berkontribusi terbesar dalam kemiskinan multidimensional di Kota
Magelang. Serta perlu adanya pernguatan program perlindungan sosial sebagai
respon cepat terhadap guncangan eksternal.
