| dc.description.abstract | Beton merupakan material utama dalam konstruksi yang kekuatannya sangat dipengaruhi
oleh metode perawatan selama proses hidrasi. Perawatan beton bertujuan menjaga kelembapan agar
reaksi hidrasi semen berlangsung optimal sehingga beton memperoleh kekuatan sesuai mutu
rencana. Metode perendaman dikenal sebagai metode paling efektif, namun kurang realistis untuk
diterapkan di lapangan karena membutuhkan volume air dan fasilitas penunjang yang cukup besar.
Oleh karena itu, dikembangkan beberapa metode alternatif seperti penyiraman, pembungkusan
karung basah, penutupan plastic sheeting, dan penyemprotan curing compound.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh lima metode perawatan beton terhadap
kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Perhitungan campuran beton menggunakan
metode SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 30 MPa. Benda uji berbentuk silinder berdiameter
150 mm dan tinggi 300 mm diuji pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan rata-
rata berturut-turut adalah 30,03 MPa, 27,14 MPa, 25,27 MPa, 24,67 MPa, dan 23,77 MPa. Nilai
modulus elastisitas menurut rumus ASTM C-469 berturut-turut sebesar 25.524,93 MPa, 24.951,50
MPa, 21.540,93 MPa, 18.594,28 MPa, dan 17.997,07 MPa, sedangkan kuat tarik belah masing-
masing sebesar 2,21 MPa, 2,12 MPa, 2,02 MPa, 1,80 MPa, dan 1,70 MPa.
Berdasarkan hasil penelitian, metode perendaman menghasilkan performa mekanik beton
terbaik, diikuti oleh karung basah dan plastic sheeting. Namun, mengingat keterbatasan penerapan
metode perendaman di lapangan, metode karung basah direkomendasikan untuk pekerjaan
konstruksi bangunan, sedangkan curing compound lebih sesuai diterapkan pada pekerjaan
perkerasan jalan. Pemilihan metode curing yang tepat sangat penting guna menjaga mutu beton serta
meningkatkan efektivitas pekerjaan lapangan dan durabilitas beton jangka panjang. | en_US |