| dc.description.abstract | Latar Belakang: Gaya hidup modern yang ditandai dengan penurunan aktivitas
fisik dan pola makan yang buruk telah menyebabkan peningkatan kasus
hiperlipidemia dan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) secara global.
Meskipun pemahaman mengenai patogenesis dan epidemiologi NAFLD telah
berkembang, hingga saat ini belum tersedia terapi farmakologis yang disetujui.
Modifikasi gaya hidup menjadi pendekatan utama, namun kepatuhan pasien relatif
rendah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pencegahan baru. Salah satu yang
tengah dikaji adalah air alkali hasil distilasi bioglass, yang diduga dapat
mengurangi akumulasi lemak hati, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui efek pemberian air alkali hasil distilasi bioglass terhadap
perubahan histologis hepar tikus Wistar yang diinduksi dengan diet tinggi lemak
(high-fat diet/HFD).
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental sejati dengan metode
post-test only randomized control group. Sebanyak 21 ekor tikus Wistar jantan
berusia 12–16 minggu dibagi dalam empat kelompok: (1) kontrol sehat (diberi
pakan standar), (2) kontrol negatif (HFD tanpa terapi), (3) perlakuan simvastatin
(HFD + simvastatin 0,18 mg/hari), dan (4) perlakuan air alkali (HFD + air alkali 3
mL/hari). Induksi HFD diberikan selama 8 minggu. Pengamatan histologis hepar
dilakukan dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin untuk menilai gambaran
edematous hepatocyte.
Hasil: Hasil menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p = 0,004).
Kelompok kontrol negatif (HFD tanpa terapi) memiliki persentase edema tertinggi
(68,73%), sedangkan kelompok perlakuan air alkali menunjukkan persentase
edema yang lebih rendah (37,25%), hampir setara dengan kelompok kontrol sehat
(39%). Kelompok perlakuan simvastatin menunjukkan penurunan edema hingga
51,18%.
Kesimpulan: Pemberian air alkali hasil distilasi bioglass memiliki potensi untuk
melindungi hepar dari kerusakan akibat diet tinggi lemak dan dapat menjadi | en_US |