Dampak Pengungkapan Antikorupsi Terhadap Manajemen Laba dengan Kualitas Audit sebagai Variabel Moderasi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapanantikorupsi terhadap manajemen laba dengan kualitas audit sebagai variabel
moderasi pada perusahaan non-keuangan yang tergabung dalamindeks LQ45di
Indonesia selama periode 2019–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masihditemukannya praktik manajemen laba serta sifat pengungkapan antikorupsi di
Indonesia yang bersifat sukarela, sehingga efektivitasnya dalammenekan perilakuoportunistik manajemen masih perlu diuji secara empiris. Dengan menggunakanteori keagenan dan teori pembangunan reputasi sebagai landasan teoretis, penelitian ini berargumen bahwa pengungkapan antikorupsi yang lebih luas dapat
mengurangi asimetri informasi serta memperkuat reputasi perusahaan, sehinggamembatasi praktik manajemen laba. Kualitas audit digunakan sebagai variabel
moderasi yang diproksikan melalui spesialisasi industri auditor, masa perikatanaudit, dan opini audit. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperolehdari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Pengungkapanantikorupsi diukur berdasarkan indikator Global Reporting Initiative (GRI) 205, sedangkan manajemen laba diukur menggunakan discretionary accruals denganModified Jones Model. Metode analisis yang digunakan adalah ModeratedRegression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapanantikorupsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba. Selainitu, masa perikatan audit dan opini audit terbukti memperkuat pengaruh negatif
pengungkapan antikorupsi terhadap manajemen laba, sementara spesialisasi
industri auditor tidak menunjukkan efek moderasi. Temuan ini memberikanbukti
empiris bahwa pengungkapan antikorupsi yang didukung oleh kualitas audit yangefektif berperan sebagai mekanisme tata kelola yang penting dalammeningkatkankualitas pelaporan keuangan dan integritas perusahaan.
Collections
- Master of Accountancy [313]
