| dc.description.abstract | Kebijakan zakat sebagai pengurang pajak memberikan otoritas kepada wajib
pajak untuk mengurangkan nilai zakat yang dibayarkan melalui lembaga
resmi dari Pajak Penghasilan terutang. Meskipun kebijakan ini telah diatur
secara formal, tingkat pemahaman mahasiswa mengenai landasan yuridis,
mekanisme penghitungan, serta prosedur pelaporannya masih relatif rendah.
Permasalahan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan yang
memerlukan kajian lebih mendalam terkait faktor-faktor yang memengaruhi
pemahaman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sikap
(Attitude Toward Behavior), norma subjektif (Subjective Norm), dan persepsi
kontrol perilaku (Perceived Behavioral Control) terhadap pemahaman
mahasiswa mengenai kebijakan zakat sebagai pengurang pajak. Pendekatan
kuantitatif digunakan melalui penyebaran kuesioner kepada 91 responden,
dengan analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, dan regresi linear
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen
berpengaruh positif secara signifikan terhadap pemahaman mahasiswa. Sikap
yang kondusif, dukungan sosial, serta persepsi kemampuan dalam memahami
prosedur pelaporan zakat terbukti meningkatkan pemahaman responden.
Temuan ini menegaskan urgensi penguatan edukasi oleh lembaga pendidikan
dan lembaga pengelola zakat. | en_US |