Show simple item record

dc.contributor.authorSaepuddin, Ananda Nahdatul Fadilah
dc.date.accessioned2026-04-16T06:03:02Z
dc.date.available2026-04-16T06:03:02Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61650
dc.description.abstractPerintisan bisnis "Finnes Healthy" didasarkan pada sulitnya menjaga pola makan sehat di tengah padatnya aktivitas harian. Masalah utama yang diangkat adalah minimnya penyedia makanan sehat yang praktis, bergizi, dan terjangkau di sekitar Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Mahasiswa dan profesional muda seringkali terjebak pada pilihan makanan cepat saji karena gerai makanan sehat umumnya berlokasi jauh dari kampus dengan harga yang kurang bersahabat. Berangkat dari hal tersebut, perintisan bisnis ini bertujuan untuk menyediakan bento sehat yang dipantau oleh ahli gizi, membangun identitas merek yang kuat melalui strategi digital, serta memvalidasi potensi pasar makanan sehat di lingkungan kampus. Metode yang diterapkan dalam perintisan bisnis ini menggunakan pendekatan sistematis melalui riset dan aksi berbasis kerangka kerja AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action). Riset pasar primer dilakukan melalui observasi lapangan, sedangkan riset sekunder memanfaatkan alat digital seperti Google Trends untuk memetakan perilaku konsumen. Strategi pemasaran difokuskan pada media sosial Instagram dan TikTok dengan konten yang menggabungkan promosi visual estetis dan edukasi nutrisi yang relevan bagi Gen Z. Selain promosi digital, dilakukan juga pendekatan luring melalui penyebaran poster di titik strategis sekitar kampus. Hasil perintisan menunjukkan capaian terukur pada setiap tahapan AIDA. Pada tahap Awareness, akun Instagram Finnes Healthy berhasil memperoleh 70 followers dengan jangkauan (reach) 56 orang dari 9 konten yang diproduksi, serta 45 views pada konten Story/Reels. Tahap Interest menunjukkan engagement yang kuat dengan 18 likes, 12 saves, 6 shares, 4 komentar, dan yang paling signifikan adalah 19 Direct Message (DM) yang menanyakan detail menu dan harga. Pada tahap Desire, minat beli semakin menguat dengan 20 chat pemesanan, 16 pertanyaan terkait paket/harga, 23 konsumen yang melakukan repeat chat, dan 6 testimoni minat positif. Tahap Action membuktikan konversi yang nyata dengan total penjualan 311 box (26 paket bundling) yang menghasilkan omzet sebesar Rp8.900.000 dengan harga Rp25.000 per box. Instagram terbukti menjadi kanal paling efektif dalam menciptakan interaksi dan konversi penjualan, mengungguli kanal fisik seperti gym. Implikasi dari perintisan ini menegaskan bahwa pemasaran berbasis visual dan edukasi sangat efektif dalam mengubah minat menjadi transaksi nyata di kalangan anak muda. Keberhasilan Finnes Healthy menunjukkan bahwa kedekatan lokasi dan kemudahan komunikasi melalui platform digital adalah kunci utama memenangkan pasar kuliner di lingkungan akademis. Meskipun terdapat kendala seperti inkonsistensi unggahan konten dan proses sertifikasi halal yang belum selesai, model bisnis ini tervalidasi melalui respons positif pasar. Hasil ini menjadi landasan bagi pengembangan bisnis kuliner sehat di masa depan yang mengedepankan kualitas gizi, harga yang rasional, dan kehadiran digital yang konsisten.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPemasaran AIDAen_US
dc.subjectInstagramen_US
dc.subjectFinnes Healthyen_US
dc.titleBento Sehat dengan Fokus Pada Menu Bergizi dan Praktis “Finnes Healthy" (Aspek Pemasaran)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21423107


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record