| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya sikap jujur dan disiplin
siswa yang tercermin dari maraknya perilaku menyontek serta ketidakjujuran dalam
berbagai situasi sekolah. Kondisi ini mengindikasikan adanya degradasi karakter
religius, di mana nilai-nilai moral dan ajaran agama belum sepenuhnya
terinternalisasi dalam tindakan sehari-hari siswa. Tantangan ini menunjukkan
perlunya penguatan kembali pembentukkan karakter untuk membangun pribadi
yang bertanggung jawab. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional terhadap pembentukan karakter
religius siswa di MAN 4 Sleman.
Penelitian menggunakan metode ex post facto dengan pendekatan kuantitatif.
Populasi sebanyak 198 siswa aktif kelas XI dengan sampel 50 siswa (25%). Teknik
Sampling yang digunakan adalah Proportional Random Sampling. Teknik
penguumpulan data melalui kuesioner dan dianalsisi menggunakan regresi linier
ganda dengan SPSS Versi 26 for Macbook.
Temuan penelitian ini adalah 1) Tidak ada pengaruh yang signifikan kecerdasan
spiritual terhadap pembentukan karakter religius siswa yang dibuktikan dengan
nilai signifikansi variabel X1 adalah 0,063 lebih besar dari 0,05. 2) Tidak ada
pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap pembentukan karakter
religius siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikansi variabel X2 adalah 0,123
lebih besar dari 0,05. 3) Ada pengaruh simultan dan signifikan dari kecerdasan
spiritual dan kecerdasan emosional terhadap pembentukan karakter religius siswa
yang dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 18,926 lebih besar dari Ftabel sebesar
3,20. | en_US |