Upaya Framing Walhi Sulawesi Tengah Terhadap Investasi Tiongkok Pada Hilirisasi Nikel Morowali 2020-2025
Abstract
Penelitian ini membahas bagaimana WALHI Sulawesi Tengah membangun
framing terhadap isu hilirisasi nikel di Morowali pada tahun 2020-2025. Isu ini
menjadi penting karena hilirisasi nikel mendorong masuknya investasi Tiongkok
melalui perusahaan seperti Tsingshan Group dan PT IMIP, yang kemudian
menimbulkan berbagai persoalan lingkungan serta ketegangan antara kepentingan
ekonomi dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan teori framing dari Snow
dan Benford, yang terdiri dari tiga pilar yaitu diagnostik, prognostik, dan motivasi.
Kerangka ini digunakan untuk memahami bagaimana WALHI menyoroti masalah,
menawarkan solusi, serta mendorong keterlibatan publik. Berdasarkan analisis
laporan publikasi, siaran pers, dan wawancara dengan WALHI Sulawesi Tengah,
penelitian ini menemukan bahwa WALHI membangun framing yang menekankan
kerusakan ekologis, kerentanan masyarakat, dan lemahnya pengawasan negara.
WALHI juga mendorong alternatif pembangunan yang berkelanjutan serta
memperkuat partisipasi masyarakat dalam advokasi. Temuan ini menunjukkan
bahwa framing menjadi strategi penting bagi WALHI dalam mengkritisi model
pembangunan ekstraktif dan dalam mempengaruhi cara pandang masyarakat
mengenai investasi nikel di Indonesia.
Collections
- International Relations [914]
