• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kedudukan ‘urf Dalam Pelestarian Tradisi Sedekah Ponan: Kajian Fikih Sosial Berbasis Budaya Lokal di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa

    Thumbnail
    View/Open
    23913045.pdf (2.842Mb)
    Date
    2025
    Author
    Agusta, Rahmat Riyanda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tradisi Sedekah Ponan di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu warisan budaya yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun sebagai ekspresi syukur atas keberlimpahan hasil panen, penguatan solidaritas sosial, serta afirmasi identitas religius masyarakat Samawa. Di tengah menguatnya arus modernisasi dan pariwisata budaya, tradisi ini mengalami perubahan fungsi dan makna, sehingga menimbulkan urgensi akademik untuk menilai kembali kedudukannya dalam perspektif hukum Islam, khususnya melalui konsep ‘urf yang memandang adat sebagai bagian dari pertimbangan hukum selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan menjawab tiga pertanyaan utama: bagaimana kedudukan tradisi Sedekah Ponan sebagai ‘urf yang sah dalam hukum Islam; nilai-nilai keislaman, sosial, dan budaya apa saja yang terkandung di dalamnya; serta bagaimana peranan ‘urf dalam menjaga kelestarian tradisi tersebut di tengah dinamika modernisasi. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif berpendekatan fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori ‘urf, fikih sosial, serta konsep pelestarian nilai budaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sedekah Ponan mengandung unsur keislaman yang kuat, terlihat dari praktik tahlil, doa, zikir, serta sedekah makanan yang sejalan dengan nilai-nilai syariat. Nilai sosial yang muncul meliputi gotong royong, kohesi sosial, penyelesaian konflik, dan penguatan modal sosial lintas generasi, sementara nilai budaya tampak melalui simbol- simbol agraris dan struktur adat yang menjaga harmonisasi masyarakat dengan alam. Dari perspektif hukum Islam, tradisi ini memenuhi kriteria ‘urf karena tidak bertentangan dengan prinsip tauhid dan justru memperkuat tujuan syariat seperti kemaslahatan, kerukunan, pelestarian budaya, serta penjagaan nilai-nilai moral. Selain itu, ‘urf berperan penting dalam menjaga keberlanjutan Sedekah Ponan sebagai tradisi keagamaan dan sosial, sekaligus menjadi pedoman adaptasi agar tidak terjebak dalam komodifikasi budaya akibat pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sedekah Ponan bukan hanya layak dipertahankan sebagai tradisi lokal, tetapi juga memiliki legitimasi kuat dalam fikih Islam melalui kerangka ‘urf dan fikih sosial yang menempatkan budaya sebagai mitra syariat dalam membangun kehidupan masyarakat Muslim yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian mendatang disarankan mengkaji aspek digitalisasi tradisi, pemberdayaan generasi muda, serta perumusan pedoman kebijakan berbasis ‘urf untuk pelestarian budaya Islam Nusantara.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/61588
    Collections
    • Master of Islamic Studies [182]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV