Show simple item record

dc.contributor.authorUmam, Muhammad Harisul
dc.date.accessioned2026-04-16T01:59:06Z
dc.date.available2026-04-16T01:59:06Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61580
dc.description.abstractStadion Kaharudin Nasution di Pekanbaru memiliki peran strategis sebagai ruang publik berskala kota yang mewadahi aktivitas olahraga, interaksi sosial, serta pergerakan ekonomi masyarakat. Namun, ketimpangan kualitas infrastruktur dan belum optimalnya fasilitas aksesibilitas, khususnya bagi penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak, menunjukkan bahwa fungsi stadion sebagai ruang publik inklusif belum sepenuhnya terwujud. Permasalahan tersebut mencakup jalur sirkulasi yang tidak ramah pengguna kursi roda, ketiadaan signage taktil, minimnya ruang tenang bagi individu dengan sensitivitas sensorik, serta desain tribun yang belum mempertimbangkan kebutuhan visual, ruang manuver, dan aspek keselamatan bagi difabel. Penelitian ini menerapkan pendekatan Universal Design sebagai metode utama perancangan. Tujuh prinsip Universal Design: keadilan penggunaan, fleksibilitas, kesederhanaan dan kejelasan, informasi yang mudah dipahami, toleransi terhadap kesalahan, upaya fisik minimal, serta ruang yang memadai untuk akses diterjemahkan ke dalam elemen desain konkret, antara lain jalur akses kursi roda, ramp berstandar kemiringan SNI, sistem signage visual taktil, ruang serbaguna, fasilitas UMKM inklusif, serta tribun disabilitas dengan karakteristik desain khusus. Keunikan tribun difabel terletak pada optimalisasi bidang pandang (uninterrupted sightline), ruang manuver yang lapang, dan sistem proteksi keselamatan berbasis analisis risiko pengguna. Hasil uji desain menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi pada seluruh kategori disabilitas. Rata-rata skor kepuasan “Sangat Puas” (Skor 5) mencapai lebih dari 74,2%, dengan dua fitur paling menonjol, yaitu: (1) Tribun Disabilitas dengan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 84,4%, dan (2) Quiet Room dengan skor 81,3% yang memberikan dukungan signifikan bagi pengguna dengan kebutuhan mental dan sensorik. Pengguna dengan disabilitas ganda juga menunjukkan peningkatan pengalaman yang substansial berkat penerapan desain yang komprehensif dan integratif. Selain meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pengalaman pengguna, penerapan Universal Design turut memperkuat daya tarik sport tourism. Integrasi ruang intuitif pada area museum klub sepak bola, melalui penataan elemen visual, pencahayaan, serta alur spasial yang mengarahkan pengunjung secara alami tanpa instruksi eksplisit, meningkatkan kenyamanan, orientasi ruang, dan keterlibatan wisatawan. Secara keseluruhan, perancangan ini menghasilkan stadion yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat perannya sebagai ruang publik yang mendukung kualitas hidup masyarakat serta potensi ekonomi daerah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKetimpanganen_US
dc.subjectAksesibilitasen_US
dc.subjectStadionen_US
dc.subjectUniversal Designen_US
dc.subjectSportourismen_US
dc.titleRedesain Stadion Kaharudin Nasution Dengan Pendekatan Universal Design Sebagai Katalisator Sporturisme Kota Pekanbaruen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21512043


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record