Redesain Stadion Kaharudin Nasution Dengan Pendekatan Universal Design Sebagai Katalisator Sporturisme Kota Pekanbaru
Abstract
Stadion Kaharudin Nasution di Pekanbaru memiliki peran strategis sebagai
ruang publik berskala kota yang mewadahi aktivitas olahraga, interaksi sosial,
serta pergerakan ekonomi masyarakat. Namun, ketimpangan kualitas
infrastruktur dan belum optimalnya fasilitas aksesibilitas, khususnya bagi
penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak, menunjukkan bahwa fungsi
stadion sebagai ruang publik inklusif belum sepenuhnya terwujud.
Permasalahan tersebut mencakup jalur sirkulasi yang tidak ramah pengguna
kursi roda, ketiadaan signage taktil, minimnya ruang tenang bagi individu
dengan sensitivitas sensorik, serta desain tribun yang belum
mempertimbangkan kebutuhan visual, ruang manuver, dan aspek keselamatan
bagi difabel.
Penelitian ini menerapkan pendekatan Universal Design sebagai metode utama
perancangan. Tujuh prinsip Universal Design: keadilan penggunaan, fleksibilitas,
kesederhanaan dan kejelasan, informasi yang mudah dipahami, toleransi
terhadap kesalahan, upaya fisik minimal, serta ruang yang memadai untuk akses
diterjemahkan ke dalam elemen desain konkret, antara lain jalur akses kursi
roda, ramp berstandar kemiringan SNI, sistem signage visual taktil, ruang
serbaguna, fasilitas UMKM inklusif, serta tribun disabilitas dengan karakteristik
desain khusus. Keunikan tribun difabel terletak pada optimalisasi bidang
pandang (uninterrupted sightline), ruang manuver yang lapang, dan sistem
proteksi keselamatan berbasis analisis risiko pengguna.
Hasil uji desain menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi pada seluruh
kategori disabilitas. Rata-rata skor kepuasan “Sangat Puas” (Skor 5) mencapai
lebih dari 74,2%, dengan dua fitur paling menonjol, yaitu: (1) Tribun Disabilitas
dengan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 84,4%, dan (2) Quiet Room dengan
skor 81,3% yang memberikan dukungan signifikan bagi pengguna dengan
kebutuhan mental dan sensorik. Pengguna dengan disabilitas ganda juga
menunjukkan peningkatan pengalaman yang substansial berkat penerapan
desain yang komprehensif dan integratif.
Selain meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pengalaman pengguna,
penerapan Universal Design turut memperkuat daya tarik sport tourism.
Integrasi ruang intuitif pada area museum klub sepak bola, melalui penataan
elemen visual, pencahayaan, serta alur spasial yang mengarahkan pengunjung
secara alami tanpa instruksi eksplisit, meningkatkan kenyamanan, orientasi
ruang, dan keterlibatan wisatawan. Secara keseluruhan, perancangan ini
menghasilkan stadion yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan, sekaligus
memperkuat perannya sebagai ruang publik yang mendukung kualitas hidup
masyarakat serta potensi ekonomi daerah.
Collections
- Architecture [3988]
