• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Electric Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Electric Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Intelligent Shoe For Women

    Thumbnail
    View/Open
    19524100 & 19524102.pdf (1.967Mb)
    Date
    2025
    Author
    Pasha, Muhammad Rizky
    Adharsyah, Ryuza
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pelecehan seksual merupakan sebuah kasus yang di mana merupakan sebuah perilaku meremehkan atau merendahkan martabat seseorang yang berkaitan dengan seks, baik secara verbal, fisik, dan juga permintaan-permintaan lain yang merujuk pada konteks seks. Tingkat kasus korban pelecehan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tercatat bahwa korban yang lebih banyak mengalami pelecehan seksual terjadi pada daerah Kabupaten Sleman sebesar 44%, diikuti pada Kota Yogyakarta yang mencapai 27%, Kabupaten Bantul 27%, Kabupaten Kulon Progo serta Gunung Kidul mencapai 2%. Tingginya dari kasus pelecehan atau kekerasan seksual terhadap perempuan mampu berdampak negatif yang akan menghasilkan kerugian terhadap korban tersebut.[1] Berdasarkan dari hasil permasalahan tersebut, dibutuhkan sebuah alat yang canggih agar lebih efektif. Sehingga tim memutuskan untuk menciptakan alat dengan nama Intelligent Shoe for Women atau sepatu pintar untuk wanita. Alat yang dibuat bertujuan agar meminimalkan terjadinya kekerasan atau pelecehan seksual yang sering terjadi pada perempuan. Dasar dari alat yang telah ditentukan oleh tim, menggunakan GPS (Global Positioning System) sebagai penentu posisi pengguna dapat diperhatikan oleh pihak ketiga. Titik lokasi yang didapat dari GPS tersebut akan dikirimkan ke aplikasi Telegram. Sehingga dari aplikasi tersebut mampu mengirimkan pesan singkat berupa titik lokasi pengguna sepatu. Kemudian menggunakan buzzer sebagai sumber keluaran gelombang suara untuk mendapatkan perhatian sekitar ketika dalam kondisi bahaya. Projek ini juga menciptakan suatu kejut listrik dengan tegangan 1.5kV sebagai bentuk perlawanan pengguna kepada pelaku. Kekurangan pada alat ini memiliki rasa kurang nyaman ketika menggunakan sepatu dikarenakan alat ini memiliki massa yang berat ketika digunakan. Alat ini tidak dapat digunakan untuk lari dikarenakan terdapat komponen sehingga rentan terhadap kerusakan didalamnya. Delay dari penangkapan sinyal pada alat ini juga menjadikan salah satu kekurangan pada sepatu. Hasil kejutan listrik yang dikeluarkan rendah sehingga belum mampu untuk memberikan bentuk perlawanan yang signifikan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/61575
    Collections
    • Electric Engineering [889]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV