| dc.description.abstract | Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan daun kayu putih segar dan layu.
Penelitian bertujuan untuk membandingkan komposisi kimia minyak kayu putih
(Melaleuca cajuputi) yang diperoleh dari daun segar dan daun layu. Proses
penyulingan dilakukan menggunakan metode distilasi uap, sedangkan identifikasi
senyawa dilakukan dengan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS).
Minyak hasil penyulingan dari kedua jenis daun menunjukkan warna tidak
berwarna dan jernih dengan aroma khas minyak kayu putih. Hasil analisis fisik
menunjukkan bahwa bobot jenis minyak dari daun segar sebesar 0,925 g/mL dan
daun layu sebesar 0,9277 g/mL, dengan indeks bias pada keduanya 1,4685 nD.
Putaran optik pada daun segar berkisar 0,1 0C–2,23 0C dan pada daun layu -0,15
0C–2,27 0C. Rendemen minyak daun layu (1,6124%) lebih tinggi dibandingkan
daun segar (1,278%). Analisis GC–MS menunjukkan bahwa minyak daun segar
mengandung sekitar 32 komponen senyawa volatile, sedangkan daun layu
mengandung sekitar 30 komponen. Komponen utama yang terdeteksi pada
keduanya adalah 1,8-sineol, α-terpineol, dan limonene. Namun, jumlah dan kadar
beberapa senyawa monoterpena utama pada daun layu mengalami penurunan. Hasil
ini menunjukkan bahwa kondisi bahan baku sebelum proses distilasi mempengaruhi
komposisi kimia minyak yang dihasilkan, namun keduanya masih sesuai dengan
karakteristik standar SNI 06-3954-2014. | en_US |