Show simple item record

dc.contributor.authorSalsabilla, Putri Meilinda
dc.date.accessioned2026-04-14T01:48:15Z
dc.date.available2026-04-14T01:48:15Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61481
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan burnout akademik pada mahasiswa aktif organisasi. Mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan pengurus organisasi berpotensi mengalami tekanan emosional, kelelahan akademik, serta tuntutan yang bersifat kronis. Regulasi emosi berperan penting dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan tersebut agar tidak berkembang menjadi burnout akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 178 mahasiswa aktif organisasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah School Burnout Inventory (SBI) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson melalui JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki hubungan yang signifikan dengan burnout akademik. Dimensi cognitive reappraisal memiliki hubungan positif yang lemah namun signifikan dengan burnout akademik (r = 0,221; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi penggunaan strategi ini, semakin tinggi pula tingkat burnout yang dialami. Temuan ini mencerminkan bahwa mahasiswa dengan tingkat tekanan tinggi cenderung meningkatkan penggunaan reappraisal sebagai upaya coping, meskipun situasi yang dihadapi sulit dikendalikan. Sebaliknya, expressive suppression menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan burnout akademik (r = –0,321; p < 0,001), mengindikasikan bahwa kemampuan mengendalikan ekspresi emosi dapat berperan adaptif dalam konteks tuntutan ganda. Analisis antar dimensi menunjukkan bahwa cognitive reappraisal berhubungan negatif signifikan dengan emotional exhaustion dan personal inadequacy, namun tidak berhubungan dengan cynicism. Temuan ini menegaskan bahwa regulasi emosi, khususnya strategi dalam mengelola tekanan emosional, memiliki peran penting dalam memprediksi dan menurunkan risiko burnout akademik pada mahasiswa aktif organisasi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRegulasi Emosien_US
dc.subjectBurnout Akademiken_US
dc.subjectMahasiswa Aktif Organisasien_US
dc.subjectCognitive Reappraisalen_US
dc.subjectExpressive Suppressionen_US
dc.titleHubungan Antara Regulasi Emosi dengan Burnout Akademik pada Mahasiswa Aktif Organisasien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21320188


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record