| dc.description.abstract | Isu fenomena islamofobia dan kekerasan kultural terhadap kelompok minoritas
merupakan salah satu isu yang sering terjadi di Korea Selatan. Islamofobia itu
bukan hanya praktik diskriminasi saja, melainkan juga manifestasi dari kekerasan
kultural yang membuat sikap dan tindakan diskriminasi terhadap komunitas
muslim dianggap wajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana
bentuk-bentuk kekerasan kultural yang dilakukan oleh masyarakat Korea Selatan
terhadap komunitas muslim yang ada di Korea Selatan. Kerangka pemikiran
penelitian ini menggunakan konsep kekerasan kultural Johan Galtung dalam
meninjau kekerasan kultural yang terjadi terhadap komunitas muslim di Korea
Selatan. Melalui teori temuan penelitian didapatkan dan dapat di identifikasi
bentuk-bentuk kekerasan kultural yang dilakukan masyarakat Korea Selatan
terhadap komunitas muslim dengan menggunakan beberapa aspek yang relevan
yaitu aspek agama, ideologi, bahasa dan seni. Hasil dari penelitian ini berhasil
menjawab rumusan masalah terkait bagaimana bentuk-bentuk kekerasan kultural
terjadi terhadap komunitas muslim di Korea Selatan karena adanya ajaran agama
kristen konservatif yang mayoritas masih kuat, budaya homogen dan nasionalisme
etnik yang kuat serta budaya bahasa dan seni yang masih mendominasi.
Budaya-budaya ini menganggap bahwa komunitas atau etnis lainnya sebagai
objek yang rendah dan tidak setara, sehingga memicu terjadinya berbagai bentuk
kekerasan kultural. | en_US |