• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Sertipikat Elektronik dalam Pendaftaran Tanah Pertama Kali (Tinjauan Terhadap Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penerbitan Dokumen Elektronik dalam Kegiatan Pendaftaran Tanah)

    Thumbnail
    View/Open
    21410703.pdf (2.766Mb)
    21410703 Bab 1.pdf (532.5Kb)
    21410703 Daftar Pustaka.pdf (261.9Kb)
    Date
    2025
    Author
    Syafrial, Salsabila Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Isu mengenai sertipikat elektronik saat ini masih menjadi perbincangan yang menimbulkan pro maupun kontra di masyarakat, penelitian ini berfokus pada implementasi sertipikat elektronik dalam pendaftaran tanah pertama kali dengan tinjauan terhadap Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 3 Tahun 2023 dan faktor penghambat peralihan sertipikat analog menuju sertipikat elektronik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan metode pendekatan yuridis- sosiologis yaitu kajian mengenai perilaku yang timbul akibat interaksi dengan sistem norma yang ada. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui kuisioner kepada pengguna layanan dan wawancara kepada pegawai Kantor Pertanahan dengan lokasi penelitian di tempat serta teknik analisis data secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan menunjukkan dalam era modernisasi layanan pertanahan ini merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi yang diakomodasi oleh aplikasi Sentuh Tanahku sebagai instrumen digital, adanya digitalisai layanan pertanahan juga sebagai strategi hukum untuk menghindari terjadinya sengketa tanah dan kehilangan dokumen akibat bencana karena sudah ada kegiatan alih media, kendala yang dihadapi oleh internal Kantor Pertanahan adalah berupa kesiapan teknologi, budaya kerja oleh Notaris dan PPAT, serta minimnya sosialisasi dan literasi masyarakat sebagai pengguna layanan. Saran yang diberikan yaitu perlu adanya program penarikan sertipikat analog menjadi sertipikat elektronik beserta program mempersiapkan data elektronik dan dilakukannya sosialisasi secara masif dan berkelanjutan kepada pengguna layanan pertanahan beserta pemeliharaan website secara berkala.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/61357
    Collections
    • Law [3373]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV