Show simple item record

dc.contributor.authorMaulana, Kevin Yoga Adib
dc.contributor.authorAnggraeni, Nadila Afitri Nur
dc.date.accessioned2026-03-05T04:40:35Z
dc.date.available2026-03-05T04:40:35Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61005
dc.description.abstractEtilbenzena merupakan senyawa aromatik penting dalam industri petrokimia yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam produksi stirena monomer, yang selanjutnya diolah menjadi polistirena, resin ABS, dan karet sintetis. Prarancangan pabrik etilbenzena ini menggunakan bahan baku utama benzena dan etilena dengan kapasitas produksi sebesar 220.000 ton per tahun. Pabrik direncanakan didirikan di Kawasan Industri Cilegon, Banten, di atas lahan seluas ±7 hektar dan mempekerjakan sekitar 167 karyawan. Proses utama yang digunakan adalah reaksi alkilasi dan transalkilasi benzena dengan etilena menggunakan katalis ZSM-5 pada suhu operasi 300–350°C dan tekanan 10–20 atm. Bahan baku benzena yang dibutuhkan sebesar 25.040,19 kg/jam dan etilena sebesar 5.699,81 kg/jam, menghasilkan produk etilbenzena sebesar 27.777,78 kg/jam dengan kemurnian ≥ 99,99%, serta produk samping berupa dietilbenzena. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 330 hari per tahun dan 24 jam per hari. Kebutuhan utilitas pabrik meliputi air sebesar 2.008.303,66 kg/jam, steam sebesar 22.336,26 kg/jam, listrik sebesar 702,37 kW, udara tekan sebesar 84,10 m3/jam, serta solar sebesar 1.000 kJ/jam untuk keperluan bahan bakar furnace, boiler, dan generator. Sumber limbah berasal dari unit proses, laboratorium, domestik, dan utilitas, dengan karakteristik utama berupa gas buang, air limbah yang mengandung benzena dan senyawa aromatik ringan, serta limbah padat dari regenerasi katalis. Berdasarkan analisis risiko, pabrik ini dikategorikan low risk karena menggunakan bahan dan kondisi operasi yang terkontrol dengan sistem keselamatan berlapis. Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan biaya investasi tetap (Fixed Capital Investment) sebesar Rp 2,69 triliun, biaya modal kerja (Working Capital Investment) sebesar Rp 615,29 miliar, biaya produksi total (Total Manufacturing Cost) sebesar Rp 2,62 triliun per tahun, dan penjualan tahunan (Total Sales Value) sebesar Rp 5,45 triliun per tahun. Berdasarkan hasil analisis ekonomi diperoleh ROI setelah pajak 33,48%, POT setelah pajak 2,30 tahun, BEP 41%, SDP 25%, dan DCFRR 54%. Berdasarkan parameter teknis dan ekonomi tersebut, pabrik etilbenzena dari benzena dan etilena kapasitas 220.000 ton per tahun dinyatakan layak untuk didirikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEtilbenzenaen_US
dc.subjectBenzenaen_US
dc.subjectEtilenaen_US
dc.subjectAlkilasien_US
dc.subjectZSM-5en_US
dc.subjectEvaluasi Ekonomien_US
dc.subjectPrarancangan Pabriken_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Etilbenzene dari Benzena dan Etilen dengan Kapasitas 220.000 Ton/tahun Prarancangan Pabriken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21521067
dc.Identifier.NIM21521068


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record