| dc.description.abstract | Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan menghadapi
tantangan kompleks dalam mengelola supply chain yang efisien sekaligus resilient
terhadap gangguan tak terduga. Pendekatan lean management yang berfokus pada
eliminasi waste dapat menciptakan kerentanan, sementara resilience engineering
menawarkan ketahanan sistem namun berpotensi mengurangi efisiensi. Penelitian ini
bertujuan menganalisis implementasi pendekatan lean management dan resilience
engineering yang terintegrasi untuk meningkatkan kinerja supply chain secara holistik.
Penelitian menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan desain before-after
comparison study selama 12 bulan di perusahaan manufaktur. Sampel penelitian
melibatkan 16 responden dari berbagai tingkatan hierarki organisasi yang terdiri dari
direktur, manajer, supervisor, dan staf operasional dari lima divisi supply chain (sales,
procurement, produksi, warehouse, logistik). Implementasi terintegrasi menunjukkan
peningkatan signifikan pada seluruh divisi. Divisi sales mengalami pertumbuhan
penjualan 39,7%, divisi produksi mencapai peningkatan produktivitas 117% dengan
pengurangan lead time 54%, divisi warehouse meningkat kapasitas hingga 1.400%,
sementara divisi logistik berhasil meminimalkan keluhan pelanggan dan
mengoptimalkan biaya operasional. Secara keseluruhan, kinerja organisasi meningkat
dari kategori "Perlu Perbaikan" (195,12 poin/39%) menjadi "Cukup" (343,56
poin/69%). Integrasi lean management dan resilience engineering terbukti efektif
meningkatkan kinerja supply chain melalui optimalisasi efisiensi operasional dan
penguatan ketahanan sistem secara simultan, menciptakan supply chain yang tidak
hanya lean tetapi juga resilient. | en_US |