• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Konsep Pendidikan Akhlak Filantropi Imam Al Ghazali (Telaah Filsafat Pendidikan)

    Thumbnail
    View/Open
    03913125.pdf (4.172Mb)
    Date
    2005
    Author
    Hariyadi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Popularitas pemikiran Imam Al Ghazali tentang keislaman sebagaimana tercantum dalam Kitab Ihya' Ulumiddin yang berisikan ajaran Tauhid, Ilmu Pendidikan, Ilmu Akhlak, Fiqh dan Tasawuf telah berhasil membangun konsepsi pola pikir umat Islam sedemikian mendalam sehingga dapat dikatakan bahwa Islam yang sekarang dipahami oleh sebagian besar umat Islam, berasal dari konsepsi pemikiran beliau. Perjalanan pergolakan pemikiran Imam Al Ghazali yang sangat berliku seakan terangkum dalam sebuah karya tulis yang sangat monumental tersebut. Tesis ini menelaah konsep pemikiran beliau mengenai pendidikan filantropi yang digali dari Kitab Riyadalih Nasi Wa Tahzibul Akhlak dan Kitab Zamul Bukhli Wa Zamu Hubbil Maali yang merupakan bagian dari Buku Ihya' Ulumiddin. Pembahasan ini didasarkan pada rumusan masalah yang berkisar tentang konsep pendidikan akhlak filantropi dampak pemikiran beliau terhadap pelaksanaan filantropi dan tujuan filantropi Islam menurut Imam Al Ghazali. Metode riset ini menggunakan content analysis yaitu dengan menganalisa isi pemikiran Imam Al Ghazali. Langkah yang ditempuh adalah dengan cara : Pengumpulam Data. Redaks Data. Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan atau verifikasi data. Dari kajian yang telah dilakukan penulis dapat merumuskan bahwa definisi akhlak filantropi menurut Imam Al Ghazali adalah suatu sifat yang tetap pada jiwa yang dengan itu akan timbul suatu perbuatan dengan mudah tanpa membutuhkan pemikiran dalam mendermakan sebagian harta yang dimiliki dengan kadar pemberian yang tidak berlebihan dan tidak terlalu sedikit. Puncak derajat tertinggi dalam filantropi Islam menurut beliau adalah Al I'sar yaitu sikap mengutamakan orang lain meskipun dirinya sendiri masih membutuhkan. Akhlak yang dimiliki seorang anak bukanlah warisan dari sifat kedua orang tuanya, akan tetapi dipengaruhi oleh faktor pendidikan, lingkungan dan masyarakat. Sehingga pendidikan akhlak dapat dikategorikan sebagai suatu disiplin ilmu yang keberadaannya dapat diupayakan melalui proses pendidikan, termasuk didalamnya adalah akhlak filantropi.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60493
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1769]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV