Show simple item record

dc.contributor.authorSarkati
dc.date.accessioned2026-02-09T03:14:08Z
dc.date.available2026-02-09T03:14:08Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60407
dc.description.abstractLatar belakang gerakan pendidikan Ahmad Sarkati adalah Ahmad Surkati melihat dua problema yang cukup parah yakni pertama, kedudukan pengajar yang rendah dan dihinakan. Akibat dari itu umat diliputi oleh kebodohan. Pemuka- pemuka masyaraka tidak ada yang memikirkan pendidikan, dan para pemuda tumbuh dalam suasana kebodohan. Kedua, pemuka-pemuka masyarakat sudah keracunan dalam memfungsikan kedudukannya masing-masing, atau dalam. ungkapan lain adanya kepemimpinan yang sesat. Pengkajian ini hendak membahas pendidikan Islam menurut pemikiran Ahmad Surkati. Secara spesifik dan menarik untuk dikaji permasalahan di sini: bagaimana konsep Ahmad Surkati mengenai pendidikan Islam; 'ulama, pengajaran, pendekatan pendidikan, ilmu, konsentrasi pendidikan dan tujuan pendidikan serta lembaga pendidikan dengan segala permasalahannya. Sesungguhnya kajian ini bertujuan melacak khazanah pemikiran Ahmad Surkati dalam bidang pendidikan serta penerapannya bagi kemajuan masyarakat Abad ke-20. Dengan berbekal ilmu yang dia dapat selama belajar baik di Sudan, Mekkah, Madinah, dapat membentuk suatu pergerakan, dikemudian hari dikenal dengan gerakan Al-Irsyad Al-Islamiyah. Kajian ini menggunakan pendekatan sejarah dengan menerapkan metoda analisis induktif, deduktif, dan komparatif. Sumber kajian berkisar pada bibliografi dan biografi. Hasil kajian menunjukkan Ahmad Surkati sangat menekankan bahwa pendidikan bertujuan untuk mencetak para guru yang berkualitas baik intelektual maupun moral agama karena merekalah ujung tombak dari keberhasilan pendidikan. Keberhasilan diukur apabila para puni mampu meluruskan paham-paham keagamaan yang menyimpang seperti bid'ah, khurafat dan syirik. Pada segi pengajaran, Ahmad Surkati menekankan agar mengajarkan bahasa Arab, Ilmu Agama Islam dan Ilmu Pengetahuan Umum. Dalam mendidik murid-muridnya, Ahmad Surkati menggunakan pendekatan personal dan kekeluargaan. Ahmad Surkati sangat memperhatikan murid-muridnya baik dari segi budi pekerti maupun intelektualnya. Ahmad Surkati mampu meraih kaidah-kaidah berfikir yang dimilikinya untuk dikaitkan dengan akal anak didiknya, sehingga tidak terasa anak didik terbuka fikirannya, serta mampu membentuk hubungan dengan lebih akrab. Dalam mengembangkan pendidikan, dia membangun lembaga pendidikan berjenjang yaitu awaliyah, Ibtidaiyah, tajhiziyah, muallimin dan takhassus. Lamanya pendidikan seluruhnya 15 tahun. Tujuan akhir dari tingkat tertinggi (takhassus) adalah mencetak mufti yang mampu menjawab persoalan agama Islam.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKonsep Pendidikanen_US
dc.subjectAhmad Surkatien_US
dc.subjectUpaya Rekonstruksien_US
dc.subjectPendidikan Islamen_US
dc.titleKonsep Pendidikan Menurut Ahmad Surkati (Suatu Upaya Rekonstruksi Pendidikan Islam)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM980041


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record