• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kajian Kriminologi dan Hukum Pidana Terhadap Konsumsi Minuman Keras Tradisional Tuak Yang Memicu Tindak Pidana di Kabupaten Tana Toraja

    Thumbnail
    View/Open
    21410739.pdf (4.451Mb)
    21410739 Bab 1.pdf (279.4Kb)
    21410739 Daftar Pustaka.pdf (114.7Kb)
    Date
    2025
    Author
    Tamrin, Mughniyatul Azizah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Konsumsi minuman keras tradisional tuak di Kabupaten Tana Toraja telah menjadi bagian dari kebudayaan lokal yang dilekatkan pada berbagai ritual adat. Namun, dalam perkembangannya, konsumsi tuak yang tidak terkendali sering kali memicu terjadinya tindak pidana seperti perkelahian, penganiayaan, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Permasalahan utama dalam penelitian ini meliputi faktor-faktor penyebab masyarakat mengonsumsi tuak, urgensi kriminalisasi konsumsi tuak, serta penegakan hukum terhadap tindak pidana yang dipicu oleh pengaruh tuak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan masyarakat, aparat penegak hukum, serta studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara komprehensif praktik hukum di lapangan yang berkaitan dengan konsumsi tuak dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tuak didorong oleh faktor budaya, ekonomi, dan lingkungan sosial, ditambah lemahnya pengawasan serta belum adanya regulasi khusus yang mengatur konsumsi tuak di luar konteks adat. Tuak dalam konteks hukum pidana belum dapat dikriminalisasi secara langsung dan hanya dijadikan sebagai alasan pemberat dalam perkara pidana. Dalam konteks kriminologi, perilaku konsumtif terhadap tuak yang berlebihan dapat digolongkan sebagai perilaku menyimpang yang berpotensi berkembang menjadi tindak pidana. Untuk mengatasi persoalan ini, dibutuhkan pendekatan hukum yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dan tokoh adat perlu menyusun regulasi yang jelas dan kontekstual mengenai konsumsi tuak, serta melakukan sosialisasi yang berkelanjutan agar budaya dan ketertiban sosial dapat berjalan beriringan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60332
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV