Show simple item record

dc.contributor.authorZaroni, Akhmad Nur
dc.date.accessioned2026-02-05T08:23:26Z
dc.date.available2026-02-05T08:23:26Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/60330
dc.description.abstract Konsep pembangunan yang diterapkan di kebanyakan negara-negara sedang berkembang (NSB) adalah hasil adopsi dari teori-teori yang didasarkan pada pengalaman negara-negara Barat. Perbedaan latarbelakang politik, ekonomi, sosial, dan budaya membuat teori-teori yang diterapkan di NSB tidak memadai karena sifatnya yang a historis. Akibatnya teori-teori pembangunan yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah justru banyak menimbulkan masalah yang kontradiktif dengan tujuan-tujuan pembangunan. Maka untuk keluar dari kondisi ini NSB harus melakukan upaya dekonstruksi (pembongkaran) terhadap paradigma pembangunan dan rekonstruksi bagi paradigma baru yang sesuai dengan cita-cita dan tujuan pembangunan NSB itu sendiri. Usaha-usaha ke arah ini di antaranya telah dilakukan oleh ekonom Muslim modern Dr. M. Umer Chapra yang dengan berani menguji keabsahan teori-teori Barat dan mencoba memakai kerangka pemikiran lain yang didasarkan pada pendekatan Islam. Dengan demikian ia telah menciptakan iklim yang kondusif bagi munculnya konsepsi-konsepsi baru tanpa harus "silau" pada kebesaran teori yang dianggap telah mapan. Di tengah-tengah pencarian alternatif model pembangunan inilah kajian atas pemikiran Chapra menjadi sangat relevan. Dalam kajian literer ini digunakan metode analitis kritis yang mendeskripsikan, membahas, menafsirkan, dan mengkritik gagasan utama teori-teori pembangunan model Barat dalam perspektif Chapra yang didukung dengan pendapat-pendapat tokoh lainnya dalam upaya mencari hubungan, dan pengembangan model rasional. Sehingga dapat ditemukan pokok-pokok persoalan yang selanjutnya disusun refleksi dan kesimpulan sebagai hasil kajian. Dalam kajian ini ditemukan bahwa tujuan-tujuan pembangunan yang menekankan keadilan sosio-ekonomi tidak dapat disiapkan dalam kerangka kerja sekuler dan "bebas nilai". Untuk menyiapkan tujuan-tujuan pembangunan tersebut harus ada suatu sistem motivasi yang efektif. Maka harus dilakukan restrukturisasi sosio-ekonomi secara menyeluruh dengan jalan reformasi politik, sosial, dan ekonomi yang disertai dengan transformasi moral ke dalam perilaku individu dan kolektif yang akan memberikan filter nilai dan mempunyai fungsi membatasi mereka dari penyimpangan-penyimpangan yang merugikan iklim pembangunan. Hal ini mengimplikasikan adanya Islamisasi ekonomi, yaitu strukturisasi ekonomi dan mengubah pola perilaku individu, institusi, dan pemerintah agar sesuai dengan strategi Islam. Sehingga kebijakan-kebijakan yang disusun dapat dijalankan sesuai dengan fungsinya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEkonomi Pembangunanen_US
dc.subjectKritik Umer Chapraen_US
dc.titleKritik M. Umer Chapra Terhadap Ekonomi Pembangunanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM980029


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record