Klasifikasi Tweet dan Topic Modeling terkait Kecenderungan Bunuh Diri di Media Sosial X menggunakan Support Vector Machine (SVM) dan Latent Dirichlet Allocation (LDA) (Studi Kasus : Tweet di Media Sosial X terkait Kecenderungan Bunuh Diri dari Tahun 2022-2025)
Abstract
Bunuh diri merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia,
dengan lebih dari 720.000 kasus setiap tahunnya. Di Indonesia, kasus bunuh diri
menunjukkan tren peningkatan signifikan, dari 640 kasus pada 2020 menjadi 1.439
kasus pada 2024. Terbatasnya akses layanan kesehatan mental membuat media
sosial, khususnya platform X, menjadi ruang alternatif bagi individu untuk
mengekspresikan kondisi psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis unggahan di media sosial X yang mengandung indikasi bunuh diri
secara nyata pada tahun 2022-2025 dengan pendekatan klasifikasi dan pemodelan
topik. Data yang digunakan sebanyak 32.249 tweet dengan kata kunci “cara bunuh
diri”, “mau bunuh diri”, dan “pengen bunuh diri”. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa model klasifikasi Support Vector Machine (SVM) dengan kernel RBF
memberikan akurasi terbaik sebesar 80%. Selanjutnya, tweet yang mengandung
indikasi bunuh diri secara nyata dianalisis dengan metode Latent Dirichlet
Allocation (LDA). Hasil analisis menunjukkan 3 topik optimal dengan nilai
coherence score 0,459, yang dapat diinterpretasikan menjadi tema-tema utama
seperti frustrasi dan emosi negatif dalam komunikasi daring; penderitaan psikologis
dan ide bunuh diri; serta kelelahan emosional, rasa sakit, dan dorongan untuk
mengambil tindakan berisiko. Temuan ini mengindikasikan bahwa percakapan di
media sosial dapat menjadi sumber informasi penting untuk memahami
kecenderungan bunuh diri, sekaligus membuka peluang pemanfaatan analisis data
sebagai bagian dari strategi deteksi dini dan upaya pencegahan bunuh diri.
Collections
- Statistics [1209]
