Show simple item record

dc.contributor.authorAristawati, Yolandita
dc.date.accessioned2026-02-05T06:22:48Z
dc.date.available2026-02-05T06:22:48Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/60293
dc.description.abstractMasjid sebagai karya budaya hidup di Yogyakarta mencerminkan dinamika sosial, budaya, dan historis masyarakat dari abad ke-16 hingga ke-21, dengan akulturasi antara tradisi Jawa, Hindu-Budha, dan Islam. Penelitian ini fokus pada dua masjid tradisional: Masjid Gedhe Mataram Kotagede (dibangun oleh Panembahan Senopati pada 1578-1587 M), yang mewakili inisiatif kerajaan pra-kolonial dengan elemen simbolik kosmologi Jawa seperti atap tajug bertingkat dan gapura paduraksa, serta Masjid Margoyuwono (didirikan akhir abad ke-19 oleh Prawiroyuwono, diresmikan 1943), yang mencerminkan inisiatif pedagang batik pada masa kolonial akhir dengan pengaruh Eropa dan Timur Tengah. Kedua masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat sosial dan simbol identitas budaya, di mana ruang sholat utama menjadi elemen kunci yang mendukung kenyamanan, konsentrasi, dan interaksi masyarakat. Perbandingan keduanya penting untuk memahami evolusi arsitektur masjid Jawa dalam konteks akulturasi dan adaptasi terhadap perubahan zaman. Rumusan masalah penelitian mencakup: (a) Apa saja elemen pembentuk ruang sholat pada kedua masjid? (b) Bagaimana persamaan dan perbedaan elemen tersebut? (c) Bagaimana pengaruh budaya lokal dan asing terhadap elemen-elemen itu? (d) Apa saja perubahan yang terjadi sepanjang sejarah? Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi elemen, menganalisis perbandingan, pengaruh budaya, dan transformasi historis untuk berkontribusi pada pelestarian arsitektur masjid berbasis nilai lokal. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif historis dan deskriptif- komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur (jurnal, arsip historis, dan referensi arsitektur Islam Jawa), observasi lapangan (pengukuran, foto, sketsa denah ruang sholat), dan dokumentasi visual. Analisis data bersifat deskriptif untuk menggambarkan elemen (material, ornamen, ukuran, struktur) dan komparatif untuk membandingkan persamaan-perbedaan serta konteks budaya-historis. Validitas dijaga melalui triangulasi data, observasi naturalistik, dan perbandingan sumber. Lokasi penelitian di Kotagede dan Jeron Beteng Yogyakarta, dengan jadwal pelaksanaan mencakup persiapan, pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan laporan. Temuan utama menunjukkan elemen ruang sholat Masjid Gedhe Mataram Kotagede meliputi lantai marmer, tiang saka guru kayu jati, dinding bata tebal, bukaan kecil, langit- langit tajug, dan mihrab melengkung dengan motif sulur. Masjid Margoyuwono memiliki lantai teraso, tanpa tiang utama, dinding tipis dengan ubin, bukaan besar bergaya Eropa, langit-langit eternit, dan mihrab dengan kaligrafi. Persamaan terletak pada tipe denah yang sama, orientasi kiblat, bentuk mihrab yang melengkung dan menjorok 1,5 m, penggunaan material lokal seperti kayu dan bata, serta fungsi serambi sebagai transisi sosial-spiritual, sementara perbedaan signifikan meliputi material lantai, keberadaan tiang, struktur langit- langit, ketebalan dinding, ornamen, dan bukaan yang memengaruhi pencahayaan dan penghawaan alami. Pengaruh budaya lokal Jawa terlihat pada simbolisme kosmologi, sementara budaya asing muncul dari kolonial (eternit) dan Islam Ortodoks (kaligrafi). Perubahan historis meliputi renovasi pasca-gempa di Kotagede dan adaptasi fungsional di Margoyuwono. Kesimpulan penelitian menekankan bahwa elemen ruang sholat kedua masjid mencerminkan evolusi akulturasi Jawa-Islam, dengan Kotagede sebagai fondasi tradisional kerajaan dan Margoyuwono sebagai adaptasi modern pasca-kolonial. Temuan ini berkontribusi pada kajian arsitektur Islam tradisional, sejarah budaya Yogyakarta, dan pelestarian masjid bersejarah. Saran mencakup rekomendasi desain masjid masa depan yang mengintegrasikan nilai lokal dengan adaptasi modern, serta penelitian lanjutan untuk memperluas dan memperdalam objek studi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectArsitektur Masjiden_US
dc.subjectRuang Sholaten_US
dc.subjectElemen Pembentuk Ruangen_US
dc.subjectSerambi dan Liwanen_US
dc.subjectMasjid Gedhe Mataram Kotagedeen_US
dc.subjectMasjid Margoyuwonoen_US
dc.subjectAkulturasi Tradisional Jawaen_US
dc.subjectKonteks Budaya Historisen_US
dc.titleElemen Pembentuk Ruang Sholat Masjid Gedhe Mataram Kotagede Dan Masjid Margoyuwonoen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22922004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record