Analisis Perbandingan Kesehatan Bank Syariah di Indonesia dengan Malaysia Menggunakan Indikator Risk Profile, Earnings, Capital, dan Scnp (Shariah Conformity and Profitability Model) pada Saat Pandemi Covid-19 2020
Abstract
Perbankan syariah sudah terbukti relatif tahan terhadap guncangan ekonomi global. Menurut IFDI, Malaysia berada pada peringkat teratas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan bank syariah di Indonesia dan membandingkan dengan Malaysia pada masa pademi Covid-19 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Sampel yang digunakan adalah lima bank syariah terbesar dari masing-masing negara pada tahun 2020. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Risk Profile, Earning, Capital (REC) serta pendekatan Sharia Conformity and Profitability (SCnP). Selanjutnya, dilakukan uji statistik untuk melihat signifikansi perbedaan di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pendekatan REC, bank syariah di Indonesia lebih unggul dengan memperoleh rata-rata predikat 2 (baik), sedangkan Malaysia memperoleh predikat 3 (cukup baik). Dan berdasarkan pendekatan SCnP, variabel Shariah Conformity Indonesia lebih unggul dengan skor 76,84% dan untuk Profitability Malaysia lebih unggul dengan skor 11,06%. Dan jika melihat kuadran SCnP, bank syariah di Indonesia menunjukkan performa lebih baik, dengan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah berada di kuadran kanan atas (tingkat kepatuhan syariah dan profitabilitas tinggi). Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan signifikan hanya pada indikator NPF, FDR, Liquid Asset, dan NIM. Sementara indikator lain (ROA, ROE, CAR, Sharia Conformity, dan Profitability) tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Collections
- Islamic Economics [1131]
