| dc.description.abstract | Rendahnya tingkat literasi zakat dan wakaf di Indonesia menunjukkan
bahwa pemahaman masyarakat terhadap dua instrumen keuangan sosial Islam
tersebut masih terbatas. Kondisi ini menuntut peran media keagamaan digital
seperti Islami.co untuk berfungsi sebagai sarana edukasi publik yang populer dan
kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konten artikel
Islami.co dengan indikator Indeks Literasi Zakat (ILZ) yang dikembangkan oleh
BAZNAS dan Indeks Literasi Wakaf (ILW) yang disusun oleh BWI, serta
menelaah preferensi pembaca melalui jumlah akses artikel. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik content analysis terhadap
sepuluh artikel bertema zakat dan wakaf yang terbit pada periode 2020–2025.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten zakat memiliki keunggulan pada
dimensi pengetahuan (pemahaman hukum syariat) dan sikap (kesadaran sosial),
namun masih kurang mendalam dalam aspek teknis seperti perhitungan nisab dan
mekanisme distribusi. Sebaliknya, konten wakaf menonjol pada dimensi
pemahaman lanjutan dan inovasi sosial-ekonomi, tetapi aspek fikih dasarnya
belum teruraikan secara konsisten. Data preferensi pembaca menunjukkan bahwa
artikel zakat jauh lebih diminati dibandingkan wakaf, dengan ketertarikan yang
lebih besar pada isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kesimpulannya, Islami.co berhasil menghadirkan literasi zakat dan wakaf dalam
bentuk narasi populer dan aplikatif, meskipun efektivitasnya masih bergantung
pada relevansi tema serta strategi pengemasan isu keagamaan di ruang digital. | en_US |