Relevansi Konsep Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Terhadap Kurikulum Pendidikan Agama Islam
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya dinamika perubahan kurikum yang terus
berganti dan dimodifikasi untuk menyesuaikan perkembangan pendidikan serta adaptasi
pada kebutuhan masyarakat. Pendidikan yang dibutuhkan masyarakat berasal dari kurikulum
yang sesuai dengan prolematika zaman, kondisi sosial serta kemajuan ilmu pengetahuan.
Konsep trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara digagas untuk menjadi kebutuhan dasar bagi
setiap perkembangan, perubahan serta tujuan dari sebuah kurikulum. Penelitian ini berfokus
pada konsep trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara dan kurikulum pendidikan agama Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep trilogi pendidikan Ki Hajar
Dewantara terhadap kurikulum pendidikan agama Islam.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif
berbasis penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber data yang diperoleh
melalui literatur-literatur terbagi menjadi sumber data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data diperoleh dengan cara pengumpulan beberapa literatur yang kemudian
data nya dianalisis menggunakan pendekatan analisis-deskriptif melalui analisis isi konten
(content analysis).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya relevansi antara konsep trilogi
pendidikan Ki Hajar Dewantara yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran dan kurikulum
pendidikan agama Islam. Ki Hajar Dewantara melahirkan konsep trilogi pendidikan tersebut
dengan berlandaskan pada nilai-nilai adab, keteladanan, moralitas dan semangat spiritualitas
untuk dapat dijadikan sebagai sebuah dasar bagi kurikulum pendidikan. Konsep trilogi
pendidikan memiliki keterkaitan dengan kurikulum pendidikan agama Islam, seperti aspek
pendidikan dalam keluarga, pendidikan karakter, pendidikan dalam masyarakat serta
kebudayaan dalam kehidupan peradaban manusia.
Collections
- Islamic Education [1211]
