• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Urgensi Adanya Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam Penetapan Tersangka Tindak Pidana Korupsi Pada Putusan Praperadilan

    Thumbnail
    View/Open
    21410805.pdf (2.042Mb)
    21410805 Bab 1.pdf (361.0Kb)
    21410805 Daftar Pustaka.pdf (146.1Kb)
    Date
    2025
    Author
    Setiawan, Dana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini mengkaji permasalahan praktik penetapan tersangka tindak pidana korupsi yang dilakukan tanpa hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari lembaga berwenang, seperti BPK atau BPKP. Praktik tersebut berpotensi melanggar asas legalitas dan asas praduga tak bersalah karena penetapan tersangka seharusnya didasarkan pada bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketidakhadiran perhitungan resmi membuka peluang kriminalisasi, menimbulkan ketidakpastian hukum, serta melemahkan legitimasi penegakan hukum. Oleh sebab itu, penting untuk menelaah urgensi penghitungan kerugian negara dan bagaimana pandangan hakim dalam putusan praperadilan terkait isu ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi putusan. Pendekatan perundang- undangan dipakai untuk menelaah norma hukum positif, khususnya UU Tipikor dan KUHAP, sementara studi putusan digunakan untuk mengkaji konsistensi pandangan hakim terhadap sah atau tidaknya penetapan tersangka yang tidak didasarkan pada hasil penghitungan kerugian negara dari lembaga resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghitungan kerugian negara memiliki peran penting dalam menjamin akurasi dan objektivitas penetapan tersangka. Hakim dalam berbagai putusan praperadilan menegaskan bahwa audit internal atau dugaan semata tidak dapat dijadikan dasar karena tidak memenuhi syarat formil sebagai bukti kerugian yang nyata dan pasti. Penetapan tersangka tanpa perhitungan resmi dinyatakan tidak sah secara hukum serta bertentangan dengan asas legalitas dan perlindungan hak tersangka. Penelitian ini menyarankan agar penegak hukum berhati-hati dalam menetapkan tersangka korupsi dengan memastikan adanya perhitungan kerugian negara dari lembaga berwenang. Penyidik juga perlu memperhatikan aspek legalitas formil dan materil sesuai prinsip due process of law untuk mencegah kriminalisasi dan menjamin kepastian hukum.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60166
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV