Show simple item record

dc.contributor.authorNofianto, Rifal Arif
dc.date.accessioned2026-02-02T07:55:08Z
dc.date.available2026-02-02T07:55:08Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/60128
dc.description.abstractPermasalahan iklim menjadi isu global yang dihadapi oleh seluruh negara begitu juga dengan Indonesia. Perubahan iklim adalah ancaman terbesar bagi kesehatan dalam sejarah. Adanya kenaikan karbon dioksida dan gas rumah kaca di atmosfer bumi menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim. Dengan kesadaran urgensinya isu perubahan iklim di Indonesia, Pemerintah Indonesia kemudian menjalin kerja sama dengan Pemerintah Jerman sebagai tujuan untuk mencapai pengurangan emisi dengan melakukan perubahan mendasar pada sektor kehutanan dan pemanfaatan hutan. Bentuk kerja sama ini disebut FORCLIME (Forest and Climate Change Programme) yang mana merupakan sebuah program kerja sama yang memiliki skema G to G antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman. Dalam hal ini tingkat referensi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan menjadi patokan dalam melihat keberhasilan program ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Compliance Theory (Teori Kepatuhan) untuk melihat bagaimana sikap kepatuhan Indonesia dalam menjalankan program FORCLIME melalui kerja sama dengan Jerman tahun 2010-2020. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Indonesia termasuk dalam kategori Treaty-Induced Compliance karena memenuhi tiga indikator yang ada dalam Compliance Theory (Teori Kepatuhan).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKepatuhan Indonesiaen_US
dc.subjectFORCLIMEen_US
dc.subjectOutputsen_US
dc.subjectOutcomesen_US
dc.subjectImpactsen_US
dc.titleTinjauan Terhadap Kepatuhan Indonesia dalam Menjalankan Program Forclime Melalui Kerja Sama dengan Jerman Tahun 2010-2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19323106


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record