Analisis Perbandingan Rasio Profitabilitas dan Solvabilitas Bank Syariah Indonesia (BSI) Sebelum dan Sesudah Merger Tahun 2018-2023 Halaman Judul
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini berakar pada ketidakkonsistenan hasil empiris
yang ditemukan dalam berbagai studi terdahulu mengenai dampak merger terhadap
kinerja keuangan sektor perbankan, di mana beberapa penelitian menunjukkan
adanya peningkatan kinerja pasca-merger, sementara yang lain justru menemukan
hasil yang tidak signifikan atau bahkan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger tiga bank
syariah milik negara, yaitu PT Bank BRISyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri,
dan PT Bank BNI Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Merger
ini diresmikan pada 1 Februari 2021 dan dianggap sebagai langkah strategis
pemerintah dalam memperkuat industri perbankan syariah nasional. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan uji
statistik Paired Sample T-Test untuk mengukur perubahan rasio profitabilitas (ROA
dan ROE) serta solvabilitas (DAR, DER, dan CAR) selama periode 2018–2023.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio
ROA, ROE, dan CAR setelah merger, yang mengindikasikan peningkatan
profitabilitas dan penguatan struktur permodalan. Sementara itu, rasio DAR
mengalami penurunan dan DER sedikit meningkat, namun keduanya tidak
menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan ini
mengindikasikan bahwa merger BSI memberikan dampak positif terhadap sebagian
besar indikator kinerja keuangan. Penelitian ini juga menunjukkan perbedaan hasil
dengan beberapa penelitian terdahulu, terutama dalam konteks efektivitas merger
pada bank syariah dibanding bank konvensional. Hasil studi ini diharapkan dapat
menjadi referensi bagi lembaga keuangan dan regulator dalam merancang
kebijakan penguatan bank syariah melalui strategi konsolidasi.
Collections
- Islamic Economics [1180]
