| dc.description.abstract | Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya integrasi teknologi dalam pendidikan Islam yang belum diimbangi dengan optimalisasi penggunaannya dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan karena terdapat kesenjangan (gap) antara ketersediaan sarana digital dan pemanfaatannya secara efektif oleh guru dan siswa, terutama dalam konteks mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari sembilan guru wali kelas X di MAN 1 Yogyakarta yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa telah memanfaatkan teknologi digital secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Temuan utama (new finding) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, khususnya melalui platform E-Mansa, Google Classroom, dan Zoom, mampu meningkatkan motivasi serta kualitas pembelajaran siswa kelas X di MAN 1 Yogyakarta. Penggunaan platform seperti E-Mansa dan Google Classroom mempermudah komunikasi, akses materi, serta pemantauan perkembangan siswa. Teknologi digital juga terbukti meningkatkan motivasi belajar, memperkuat interaksi guru–siswa, dan menjadikan pembelajaran lebih menarik serta interaktif. Namun, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan jaringan internet dan kurangnya keterampilan digital sebagian guru. Solusi yang diterapkan antara lain pelatihan teknologi bagi guru dan optimalisasi fasilitas digital madrasah. Secara keseluruhan, pemanfaatan teknologi digital di MAN 1 Yogyakarta telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan efektivitas pendidikan Islam di era modern. | en_US |