• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pendidikan Islam dalam Tariqat Naqshabandiah (Studi Tentang Kegiatan Edukatif dalam Tariqat Naqshabandiah di Kabupaten Ponorogo)

    Thumbnail
    View/Open
    2022052.pdf (5.293Mb)
    Date
    2006
    Author
    Lathif, Ahmad Fachruddin
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tesis ini berusaha untuk mendiskripsikan kegiatan tariqat naqshabandiah di Ponorogo dengan berbagai ajaran dan ritualnya melalui pendekatan kualitatif naturalistik. Seluruh aspek yang terkait dengan tariqat naqshabandiah di Indonesia kiranya harus difahami dengan pemikiran yang lebih umum tentang Islam. Sebab dalam banyak segi gerakan tariqat naqshabandiah merupakan bagian dari kegiatan umat Islam dalam memahami petunjuk-petunjuk agama dari sisi kerohaniahannya. Pokok permasalahannya adalah bagaimana metode, isi dan tujuan pendidikan tariqat naqshabandiah dilaksanakan, ketika membentuk suatu model pendidikan tersendiri. Tariqat yang menekankan aspek praktis dari ajaran tasawwuf dengan melalui meditasi (via kontempletiva) telah membentuk sebuah model pendidikan yang bersifat hirarkis, individualis dengan tujuan untuk memperoleh ilmu kashf/ma'rifat Allah sebagai ilmu yang tertinggi dibandingkan ilmu-ilmu lain. Sistem pendidikan yang dikembangkan dalam model pendidikan ini adalah bersifat guruisme, yakni murid tidak berhak bertanya dan mendebat guru, sebab guru dianggap sebagai individu yang mempunyai kelebihan intuisi dalam mengetahui berbagai rahasia realitas Ketuhanan yang mengganti peran Nabi dalam hal irshad dan ta'lim. Ide-ide dalam ajaran tariqat tentang kemampuan inheren dalam jiwa manusia dalam membebaskan dari hawa nafsu jahat-sumber akhlak tercela serta kemampuan dalam memperoleh pengetahuan tentang Tuhan mempunyai sisi positif dan negatif bagi pendidikan. Sisi positif, pendidikan yang menekankan domain afeksi mendukung bagi mendalamnya keyakinan (iman dan taqwa) akan menjadi senjata dalam menghadapi berbagai dampak negatif di era modern yang penuh dengan kecenderungan sekularisme, dan materialisme yang melanda manusia moderen saat ini. Untuk itu, ajaran tariqat dituntut lebih humanis, empiris serta fungsional dalam kehidupan. Adapun sisi minusnya adalah pendidikan yang mengabaikan domain kognitif dapat menghambat kreativitas murid yang berujung pada rendahnya kemampuan intelektual umat Islam.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/59972
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV