Show simple item record

dc.contributor.authorPongsamma’, Queen Kinaya
dc.date.accessioned2026-01-29T06:55:38Z
dc.date.available2026-01-29T06:55:38Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59927
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses berkembangnya gerakan Woman, Life, Freedom di Iran periode 2022–2024 dalam perspektif gerakan sosial (Social Movement) dengan fokus pada perjuangan hak-hak perempuan. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana gerakan ini muncul dan berkembang sebagai bentuk perlawanan terhadap pembatasan kebebasan perempuan yang disebabkan oleh peraturan berpakaian wajib (hijab) serta sistem sosial yang patriarkal. Penelitian ini menggunakan kerangka teori “Why Do Social Movements Come Into Being?” oleh Bert Klandermans (2001) yang menjelaskan bahwa terbentuknya gerakan sosial dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu keresahan kolektif (people are aggrieved), mobilisasi sumber daya (people have the resources to mobilize), dan peluang politik (people seize the political opportunity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Woman, Life, Freedom bermula dari kematian Mahsa Amini pada September 2022, yang kemudian memicu solidaritas luas dan aksi kolektif perempuan di Iran. Melalui dukungan jaringan sosial, media digital, dan momentum politik, gerakan ini berkembang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan gender dan penindasan negara, serta menegaskan tuntutan perempuan Iran atas kebebasan, kesetaraan, dan hak hidup yang bermartabat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGerakan Sosialen_US
dc.subjectHak Asasi Manusiaen_US
dc.subjectKetidakadilan Genderen_US
dc.subjectWoman Life Freedomen_US
dc.subjectPerempuan Iranen_US
dc.titleGerakan Perempuan Woman, Life, Freedom di Iran dalam Perspektif Gerakan Sosial 2022-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323170


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record