Gerakan Perempuan Woman, Life, Freedom di Iran dalam Perspektif Gerakan Sosial 2022-2024
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses berkembangnya gerakan
Woman, Life, Freedom di Iran periode 2022–2024 dalam perspektif gerakan sosial
(Social Movement) dengan fokus pada perjuangan hak-hak perempuan.
Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana gerakan ini muncul dan
berkembang sebagai bentuk perlawanan terhadap pembatasan kebebasan
perempuan yang disebabkan oleh peraturan berpakaian wajib (hijab) serta sistem
sosial yang patriarkal. Penelitian ini menggunakan kerangka teori “Why Do Social
Movements Come Into Being?” oleh Bert Klandermans (2001) yang menjelaskan
bahwa terbentuknya gerakan sosial dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu
keresahan kolektif (people are aggrieved), mobilisasi sumber daya (people have
the resources to mobilize), dan peluang politik (people seize the political
opportunity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Woman, Life, Freedom
bermula dari kematian Mahsa Amini pada September 2022, yang kemudian
memicu solidaritas luas dan aksi kolektif perempuan di Iran. Melalui dukungan
jaringan sosial, media digital, dan momentum politik, gerakan ini berkembang
menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan gender dan penindasan negara,
serta menegaskan tuntutan perempuan Iran atas kebebasan, kesetaraan, dan hak
hidup yang bermartabat.
Collections
- International Relations [914]
