Show simple item record

dc.contributor.authorHanif, Ahmad Ibrahim
dc.date.accessioned2026-01-28T06:40:30Z
dc.date.available2026-01-28T06:40:30Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59847
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji inisiasi Indonesia dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama melalui ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) pada tahun 2017–2023. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana peran Indonesia dalam membentuk forum lintas iman bagi pemuda ASEAN dan bagaimana kontribusinya dalam membangun kohesi sosial regional. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme berbasis identitas oleh Alexander Wendt, dengan fokus pada tiga tipe identitas: identitas tipe, identitas peran, dan identitas kolektif. Argumen sementara dari penelitian ini adalah bahwa Indonesia memanfaatkan AYIC sebagai strategi diplomasi publik berbasis nilai, yang mencerminkan identitas ideologis dan kulturalnya sebagai negara pluralis dan toleran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bertindak sebagai penggagas dan tuan rumah, tetapi juga sebagai pemimpin normatif yang konsisten mendorong moderasi dan kerja sama lintas iman di kawasan. Melalui AYIC, Indonesia berhasil membangun jejaring pemuda ASEAN yang mendukung budaya damai, serta meningkatkan citra positifnya dalam tatanan regional. AYIC menjadi platform yang efektif dalam menyemai nilai-nilai toleransi, memperkuat solidaritas regional, dan mempertegas identitas kolektif ASEAN sebagai komunitas inklusif dan harmonis.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectASEANen_US
dc.subjectAYICen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectKonstruktivismeen_US
dc.subjectPemudaen_US
dc.subjectToleransien_US
dc.titleInisiasi Indonesia dalam Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama Melalui Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017-2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323192


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record