Inisiasi Indonesia dalam Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama Melalui Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017-2023
Abstract
Penelitian ini mengkaji inisiasi Indonesia dalam memperkuat toleransi dan
kerukunan antar umat beragama melalui ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC)
pada tahun 2017–2023. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana peran
Indonesia dalam membentuk forum lintas iman bagi pemuda ASEAN dan
bagaimana kontribusinya dalam membangun kohesi sosial regional. Penelitian ini
menggunakan teori konstruktivisme berbasis identitas oleh Alexander Wendt,
dengan fokus pada tiga tipe identitas: identitas tipe, identitas peran, dan identitas
kolektif. Argumen sementara dari penelitian ini adalah bahwa Indonesia
memanfaatkan AYIC sebagai strategi diplomasi publik berbasis nilai, yang
mencerminkan identitas ideologis dan kulturalnya sebagai negara pluralis dan
toleran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bertindak
sebagai penggagas dan tuan rumah, tetapi juga sebagai pemimpin normatif yang
konsisten mendorong moderasi dan kerja sama lintas iman di kawasan. Melalui
AYIC, Indonesia berhasil membangun jejaring pemuda ASEAN yang mendukung
budaya damai, serta meningkatkan citra positifnya dalam tatanan regional. AYIC
menjadi platform yang efektif dalam menyemai nilai-nilai toleransi, memperkuat
solidaritas regional, dan mempertegas identitas kolektif ASEAN sebagai komunitas
inklusif dan harmonis.
Collections
- International Relations [1021]
